“Pada Februari 2026, IPR secara tahunan tumbuh sebesar 6,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan IPR Januari 2026 sebesar 5,7 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan penjualan pada mayoritas kelompok, terutama Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dan Subkelompok Sandang,” katanya.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Februari 2026 tumbuh sebesar 4,1 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada pada fase kontraksi sebesar 2,7 persen (mtm). Peningkatan tersebut didukung oleh kinerja penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Subkelompok Sandang sejalan dengan kenaikan permintaan masyarakat saat periode Ramadan.
“Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang yaitu Mei 2026, diprakirakan meningkat, sementara pada enam bulan yang akan datang yaitu Agustus 2026, diprakirakan relatif stabil,” ujar Denny..
Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Mei 2026 sebesar 157,4, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH April 2026 sebesar 153,9 seiring kenaikan harga bahan baku. Sementara itu, IEH Agustus 2026 diprakirakan sebesar 157,2, relatif stabil dibandingkan dengan IEH pada Juli 2026 sebesar 157,1. **














Discussion about this post