Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempersiapkan segala sesuatunya menjelang penerapan Program Penjaminan Polis (PPP). LPS memantapkan langkah-langkah prioritas untuk mewujudkan PPP yang kredibel demi menciptakan ekosistem asuransi yang tangguh di Indonesia.
“Program prioritas pertama adalah akselerasi persiapan PPP untuk dapat diaktivasi pada tahun 2027 melalui empat pilar utama, yaitu desain program, kebijakan, infrastruktur IT, dan SDM,” ujar Anggota Dewan Komisioner LPS Ferdinan D. Purba melalui paparannya di acara Seminar Pembangunan Ekosistem Asuransi Tangguh : Penerapan Skema Penjaminan Polis di Indonesia, dihelat di Jakarta, Selasa.
Selanjutnya, program prioritas ke dua adalah, penguatan mekanisme pendanaan melalui penerapan risk-based premium. Artinya, dalam skema ini, kontribusi yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi ditentukan berdasarkan profil risiko masing-masing perusahaan.
“Pendekatan ini memberikan beberapa manfaat penting, salah satunya memberikan insentif bagi perusahaan untuk menerapkan praktik manajemen risiko yang lebih baik dan mendorong perilaku usaha yang lebih prudent, karena biaya risiko tercermin dalam besaran kontribusi yang dibayarkan,” imbuhnya.

















Discussion about this post