ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Jumat, April 17, 2026
Matrabisnis
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home News

Sri Lanka Bangkrut, Negara Lain Juga dalam Bahaya

Matrabisnis by Matrabisnis
11 Juli 2022
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
Sri Lanka bangkrut membuat warganya kesulitan memperoleh makanan.(pexels.com)

Sri Lanka bangkrut membuat warganya kesulitan memperoleh makanan.(pexels.com)

ADVERTISEMENT

SRI Lanka saat ini bangkrut dilanda krisis ekonomi, negara-negara lain juga dikhawatirkan mengalami hal yang sama, seperti Laos, Myanmar hingga Pakistan. Penyebab pasti kesengsaraan mereka berbeda-beda, tetapi risiko dari melonjaknya biaya untuk makanan dan bahan bakar dirasakan oleh semuanya.

Setelah Sri Lanka bangkrut, Bank Dunia memperkirakan, pendapatan per kapita negara berkembang hanya tersisa 5 persen atau di bawah tingkat pra-pandemi. Lebih dari separo negara termiskin di dunia bangkrut, terlilit utang dan berisiko tinggi dalam kesulitan.

READ ALSO

Untan Gelar Edukasi Statistik Series 3 Berbasis Praktik Analisis

OJK Dukung Percepatan Tiga Juta Rumah dengan Kebijakan SLIK

Laporan Bank Dunia bertajuk Crisis Response Group yang dirilis PBB pada bulan lalu, menyebutkan beberapa krisis ekonomi terburuk yang menyebabkan kebangkrutan terjadi di negara-negara yang sudah hancur karena korupsi, perang saudara, kudeta dan bencana lainnya.

Dikutip dari AP, Senin 11 Juli 2022, beberapa negara yang ekonominya berada dalam kesulitan atau berisiko besar bangkrut adalah : Afghanistan, yang saat ini tengah terhuyung-huyung dari krisis ekonomi mengerikan, sejak Taliban mengambil alih AS dan sekutunya menarik pasukan mereka tahun lalu.

Bantuan asing yang menjadi andalan praktis terhenti dalam semalam dan Afghanistan terkena sanksi, seperti layanan transfer bank yang terhenti yang melumpuhkan sektor perdagangan.

Separo dari 39 juta penduduk negara itu, menghadapi kerawanan pangan yang mengancam banyak jiwa. Sementara, PNS, dokter, perawat, guru tidak mendapatkan gaji selama berbulan-bulan. Tak hanya itu, gempa bumi yang terjadi baru-baru ini, pun ikut merenggut lebih dari seribu orang, yang kian menambah kesengsaraan Afghanistan.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya adalah negara Argentina. Sekitar 4 dari 10 orang Argentina, menjadi orang termiskin. Bahkan, jutaan orang bertahan hidup dari dapur umum lewat program kesejahteraan dan bantuan sosial.

ADVERTISEMENT

Kejatuhan ekonomi Argentina, terjadi setelah bank sentral negara kehabisan cadangan devisa, akibat pelemahan mata uang peso Argentina. Diproyeksikan, inflasi tahun ini mencapai lebih dari 70 persen.

Kemudian negara Mesir. Digoyang oleh inflasi Mesir yang melonjak hampir 15 persen pada April 2022, mengakibatkan sepertiga dari 103 juta penduduknya hidup dalam kemiskinan.

Masyarakat Mesir sudah menderita karena program reformasi ambisius pemerintahnya, membuat mata uang mereka mengambang dan memangkas subsidi bahan bakar, air, hingga listrik. Belum lagi, kebijakan bank sentralnya yang menaikkan suku bunga demi mengekang laju inflasi, telah menjebak pemerintahnya kesulitan membayar utang luar negeri yang menumpuk.

Ada lagi Laos, negara kecil yang terkurung daratan di Asia Tenggara ini, sebetulnya mencatat pertumbuhan ekonomi tercepat, sebelum pandemi covid-19 melanda. Namun, sejak pandemi, utangnya melompat persis seperti yang dialami Sri Lanka. Setali tiga uang, Laos juga terpaksa mengemis restrukturisasi utang bernilai miliaran dolar AS.

Masalah semakin pelik, karena menurut Bank Dunia, cadangan devisa Laos tersisa hanya kurang dari dua bulan impor. Mata uangnya pun jeblok 30 persen yang kian memperburuk kesengsaraan negara itu.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bank DuniaCrisis Response GroupPBBSri Lanka bangkrut
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia Tawarkan Tiga Proposal Hadapi Tantangan Global

Next Post

Telkomsel Salurkan 738 Hewan Kurban di 700 Lokasi

Related Posts

Untan Gelar Edukasi Statistik Series 3 Berbasis Praktik Analisis
News

Untan Gelar Edukasi Statistik Series 3 Berbasis Praktik Analisis

17 April 2026
OJK Dukung Percepatan Tiga Juta Rumah dengan Kebijakan SLIK
News

OJK Dukung Percepatan Tiga Juta Rumah dengan Kebijakan SLIK

14 April 2026
Badan Penghubung Kalbar di Jakarta Berbenah
News

Badan Penghubung Kalbar di Jakarta Berbenah

13 April 2026
ANTARA Menanam di Kubu Raya Wujud Bersama Lestarikan Lingkungan Berkelanjutan
News

ANTARA Menanam di Kubu Raya Wujud Bersama Lestarikan Lingkungan Berkelanjutan

13 April 2026
PPIBT Untan Masuk 15 Inkubator Terpilih Nasional
News

PPIBT Untan Masuk 15 Inkubator Terpilih Nasional

11 April 2026
Tampil Cool dan Eksklusif, Asmo Kalbar Gelar CSR Bareng Vario Night Ride
News

Tampil Cool dan Eksklusif, Asmo Kalbar Gelar CSR Bareng Vario Night Ride

11 April 2026
Next Post
Telkomsel Salurkan 738 Hewan Kurban di 700 Lokasi

Telkomsel Salurkan 738 Hewan Kurban di 700 Lokasi

Presiden Jokowi Minta Tetap Memakai Masker

Presiden Jokowi Minta Tetap Memakai Masker

Tetsuya Yamagani Pernah Bertugas di Pasukan Beladiri

Tetsuya Yamagani Pernah Bertugas di Pasukan Beladiri

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • BI Ungkap Tiga Kunci Penopang Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Bank Kalbar Kembali Raih Golden Champion 2026
  • OJK dan Ekraf Kembangkan Inovasi Keuangan Digital Berbasis WEB
  • Untan Gelar Edukasi Statistik Series 3 Berbasis Praktik Analisis
  • Maret 2026, Kinerja Penjualan Eceran Tumbuh 2,4 Persen

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
BI Ungkap Tiga Kunci Penopang Ketahanan Ekonomi Nasional
Ekonomi Bisnis

BI Ungkap Tiga Kunci Penopang Ketahanan Ekonomi Nasional

by Matrabisnis
17 April 2026
0

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan tiga faktor kunci penopang ketahanan ekonomi nasional, yaitu kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap...

Read more
Bank Kalbar Kembali Raih Golden Champion 2026

Bank Kalbar Kembali Raih Golden Champion 2026

17 April 2026
OJK dan Ekraf Kembangkan Inovasi Keuangan Digital Berbasis WEB

OJK dan Ekraf Kembangkan Inovasi Keuangan Digital Berbasis WEB

17 April 2026
Untan Gelar Edukasi Statistik Series 3 Berbasis Praktik Analisis

Untan Gelar Edukasi Statistik Series 3 Berbasis Praktik Analisis

17 April 2026
Nikmati Kemudahan KUR Bank Kalbar untuk Berkembang

Maret 2026, Kinerja Penjualan Eceran Tumbuh 2,4 Persen

16 April 2026

Recent Posts

  • BI Ungkap Tiga Kunci Penopang Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Bank Kalbar Kembali Raih Golden Champion 2026
  • OJK dan Ekraf Kembangkan Inovasi Keuangan Digital Berbasis WEB
  • Untan Gelar Edukasi Statistik Series 3 Berbasis Praktik Analisis

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.