ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Jumat, April 17, 2026
Matrabisnis
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home News

Sri Lanka Bangkrut, Negara Lain Juga dalam Bahaya

Matrabisnis by Matrabisnis
11 Juli 2022
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
Sri Lanka bangkrut membuat warganya kesulitan memperoleh makanan.(pexels.com)

Sri Lanka bangkrut membuat warganya kesulitan memperoleh makanan.(pexels.com)

ADVERTISEMENT

Lebanon adalah negara berikutnya yang saat ini sengsara. Seperti Sri Lanka, Lebanon juga menderita, karena mata uangnya jatuh hingga 90 persen. Belum lagi, lonjakan inflasi, yang berakibat pada krisis pangan dan krisis energi.

Lebanon menderita krisis ekonomi, akibat perang saudara yang panjang, yang menghambat pemulihan negaranya dan disfungsi pemerintah, serta serangan teror. Parahnya lagi, Lebanon juga gagal membayar utang mereka senilai US$90 miliar. Rasio utangnya pun meningkat hingga mencapai 170 persen terhadap PDB.

READ ALSO

Untan Gelar Edukasi Statistik Series 3 Berbasis Praktik Analisis

OJK Dukung Percepatan Tiga Juta Rumah dengan Kebijakan SLIK

Bank Dunia menyebut, krisis ekonomi Lebanon menempati peringkat salah satu yang terburuk di dunia dalam lebih dari 150 tahun.

ADVERTISEMENT

Myanmar juga mengalami krisis. Pandemi covid-19 dan ketidakstabilan politik menghantam ekonomi Myanmar, terutama setelah aksi kudeta militer pada Februari 2021 terhadap pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.
Myanmar dihujani sanksi dari negara Barat, seperti penarikan bisnis secara besar-besaran. Ekonomi Myanmar langsung terkontraksi minus 18 persen pada tahun lalu, dan diperkirakan tidak tumbuh pada tahun ini.

Lebih dari 700 ribu orang melarikan diri atau diusir dari rumah mereka, karena konflik bersenjata dan kekerasan politik yang terjadi. Situasi di Myanmar semakin tak terkendali. Bahkan, Bank Dunia tak mengeluarkan proyeksi untuk Myanmar pada 2022-2024.

ADVERTISEMENT

Pakistan juga terancam krisis ekonomi, usai lonjakan harga minyak mentah yang membuat kenaikan harga bahan bakar dan harga-harga lainnya. Inflasinya pun meroket jauh lebih dari 21 persen.

Mata uang rupee Pakistan sontak merosot 30 persen terhadap dolar AS pada tahun lalu, dan cadangan devisa turun menjadi hanya US$13,5 miliar atau setara dua bulan impor.

Saat ini, Pakistan tengah meminta bantuan IMF untuk mencairkan dana talangan US$60 miliar. “Risiko ekonomi makro Pakistan sangat condong ke bawah,” tulis Bank Dunia memperingatkan.

Sementara negara Turki saat ini juga tengah terjebak dalam krisis, setelah inflasi mencapai lebih dari 60 persen. Mata uang lira Turki menukik ke posisi terendah sepanjang masa terhadap euro dan dolar AS sejak tahun lalu.
Kebijakan pemangkasan pajak dan subsidi bahan bakar untuk meredam lonjakan inflasi yang diambil Pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan, gagal membawa Turki ke luar dari krisis.

Di sisi lain, utang luar negeri Turki pun sudah menembus 54 persen dari PDB negaranya. Tingkat yang cukup mengkhawatirkan, mengingat utang pemerintahnya mendominasi.

Ada lagi negara Zimbabwe yang pernah menyandang status hiperinflasi pada 2008, ketika inflasinya mencapai 500 miliar persen. Kekhawatiran ini meningkat karena inflasi saat ini sudah menyentuh angka 130 persen.
Masalah ekonomi Zimbabwe sudah menahun dan semakin parah karena korupsi, rendahnya investasi yang masuk, dan tumpukan utang.

Ironisnya, warga Zimbabwe tidak mempercayai mata uang negara mereka sendiri, dan memilih menyimpan uang dalam bentuk dolar AS. ** berbagai sumber

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bank DuniaCrisis Response GroupPBBSri Lanka bangkrut
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia Tawarkan Tiga Proposal Hadapi Tantangan Global

Next Post

Telkomsel Salurkan 738 Hewan Kurban di 700 Lokasi

Related Posts

Untan Gelar Edukasi Statistik Series 3 Berbasis Praktik Analisis
News

Untan Gelar Edukasi Statistik Series 3 Berbasis Praktik Analisis

17 April 2026
OJK Dukung Percepatan Tiga Juta Rumah dengan Kebijakan SLIK
News

OJK Dukung Percepatan Tiga Juta Rumah dengan Kebijakan SLIK

14 April 2026
Badan Penghubung Kalbar di Jakarta Berbenah
News

Badan Penghubung Kalbar di Jakarta Berbenah

13 April 2026
ANTARA Menanam di Kubu Raya Wujud Bersama Lestarikan Lingkungan Berkelanjutan
News

ANTARA Menanam di Kubu Raya Wujud Bersama Lestarikan Lingkungan Berkelanjutan

13 April 2026
PPIBT Untan Masuk 15 Inkubator Terpilih Nasional
News

PPIBT Untan Masuk 15 Inkubator Terpilih Nasional

11 April 2026
Tampil Cool dan Eksklusif, Asmo Kalbar Gelar CSR Bareng Vario Night Ride
News

Tampil Cool dan Eksklusif, Asmo Kalbar Gelar CSR Bareng Vario Night Ride

11 April 2026
Next Post
Telkomsel Salurkan 738 Hewan Kurban di 700 Lokasi

Telkomsel Salurkan 738 Hewan Kurban di 700 Lokasi

Presiden Jokowi Minta Tetap Memakai Masker

Presiden Jokowi Minta Tetap Memakai Masker

Tetsuya Yamagani Pernah Bertugas di Pasukan Beladiri

Tetsuya Yamagani Pernah Bertugas di Pasukan Beladiri

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • BI Ungkap Tiga Kunci Penopang Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Bank Kalbar Kembali Raih Golden Champion 2026
  • OJK dan Ekraf Kembangkan Inovasi Keuangan Digital Berbasis WEB
  • Untan Gelar Edukasi Statistik Series 3 Berbasis Praktik Analisis
  • Maret 2026, Kinerja Penjualan Eceran Tumbuh 2,4 Persen

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
BI Ungkap Tiga Kunci Penopang Ketahanan Ekonomi Nasional
Ekonomi Bisnis

BI Ungkap Tiga Kunci Penopang Ketahanan Ekonomi Nasional

by Matrabisnis
17 April 2026
0

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan tiga faktor kunci penopang ketahanan ekonomi nasional, yaitu kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap...

Read more
Bank Kalbar Kembali Raih Golden Champion 2026

Bank Kalbar Kembali Raih Golden Champion 2026

17 April 2026
OJK dan Ekraf Kembangkan Inovasi Keuangan Digital Berbasis WEB

OJK dan Ekraf Kembangkan Inovasi Keuangan Digital Berbasis WEB

17 April 2026
Untan Gelar Edukasi Statistik Series 3 Berbasis Praktik Analisis

Untan Gelar Edukasi Statistik Series 3 Berbasis Praktik Analisis

17 April 2026
Nikmati Kemudahan KUR Bank Kalbar untuk Berkembang

Maret 2026, Kinerja Penjualan Eceran Tumbuh 2,4 Persen

16 April 2026

Recent Posts

  • BI Ungkap Tiga Kunci Penopang Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Bank Kalbar Kembali Raih Golden Champion 2026
  • OJK dan Ekraf Kembangkan Inovasi Keuangan Digital Berbasis WEB
  • Untan Gelar Edukasi Statistik Series 3 Berbasis Praktik Analisis

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.