Provinsi Kalimantan Barat mencatat indeks literasi keuangan sebesar 70,01 persen dan indeks inklusi keuangan mencapai 92,72 persen. Capaian ini lebih tinggi dari rerata angka nasional yang sebesar 69,57 persen untuk literasi keuangan dan 93,61 persen inklusi keuangan.
Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menyebut, bahwa pencapaian indeks literasi dan inklusi keuangan telah melampaui target RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2029, yaitu sebesar 69,35 persen dan 93 persen, tiga tahun lebih cepat.
“Ini merupakan kabar baik, bahwa indeks literasi keuangan provinsi Kalimantan Barat berhasil melampaui angka nasional dan hanya sedikit di bawah rerata nasional untuk inklusi keuangan,” tutur Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Barat (Kalbar), Rochma Hidayati dalam pembukaan puncak kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang dihelat di Gaia Mall Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat 30 Oktober 2026.
Meski gembira atas keberhasilan capaian tersebut, Rochma mengingatkan bahwa ini bukan merupakan garis akhir. Masih ada tiga pekerjaan rumah, yaitu gap inklusi dan literasi sekira 24 basis poin. Menunjukkan masyarakat yang sudah memiliki akses, tetapi pemahaman atas produk belum merata.
“Di sinilah celah penipuan, pinjaman dan aktivitas keuangan illegal lainnya, yang merugikan masyarakat kita,” kata Rochma.

Ia mengungkapkan kesenjangan desa dan kota. Inklusi keuangan di desa sebesar 90,39 persen dibanding 95,47 persen di kota, sementara literasi 64,42 persen dibanding 72,54 persen. Sementara keuangan syariah, literasinya 43,07 persen, namun inklusinya baru 13,24 persen.
“Karena itu, fokus kita bergeser dari sekadar memperluas jumlah, menuju kualitas dan pemerataan, menuju target inklusi 98 persen pada 2045,” ujarnya.
Bulan Inklusi Keuangan yang dilaksanakan setiap bulan Oktober, tahun ini menandai satu dekade gerakan nasional mendukung pelaksanaan Pilar Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) dan upaya mencapai target pendalaman sektor keuangan serta indeks inklusi keuangan yang telah ditetapkan pemerintah.
Tahun ini kegiatan BIK bertema Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera. Digelar selama tiga hari di mall Gaia, mulai 30 Oktober hingga 1 November dan dirancang sebagai ruang belajar yang inklusif bagi semua kalangan.
Selain dirangkai dengan penyerahan simbolik program inklusi keuangan, juga dimeriahkan FinExpo, pameran beragam produk dari 39 stand Expo OJK Kalbar, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, komunitas penyandang disabilitas serta Pojok Wastra dan Ekrap dari 15 TPAKD se Kalbar dengan tematik expo Green dan Wastra. Seluruh rangka dan properti yang digunakan berbahan dasar bambu dan rotan.
OJK Kalbar juga menggelar 8 talkshow edukasi keuangan, mulai dari literasi keuangan anak muda, investasi pasar modal, kepemimpinan perempuan, asuransi, pembiayaan non-bank hingga pedoman SETARA bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan lainnya adalah 7 kompetisi keuangan dan bakat, dari mewarnai tingkat PAUD/TK, cerdas cermat, stocklab competition, financial content creation hingga e-sport, pagelaran budaya, termasuk diseminasi Tengkuluk Mahkota Dayak Dait serta pertunjukan bakat dan kreativtas penyandang disabilitas.
Kinerja TPAKD Kalimantan Barat








Discussion about this post