Pada kesempatan tersebut, Rochma menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Kalbar. Karena berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi OJK pada 2025, terealisasi capaian agregat rerata untuk Provinsi Kalbar sebesar 135,78 persen. Di tingkat kabupaten/kota, seluruh 14 TPAKD kabupaten/kota mencatat capaian program kerja tahun 2025 di atas 100 persen.
“Meskipun belum terdapat penelitian khusus membuktikan dampak langsung TPAKD terhadap penguatan indikator ekonomi dan sosial, namun kami meyakini bahwa capaian-capaian dan juga beragam implementasi yang dilakukan melalui wadah TPAKD berserta beragam kebijakan dan program pemerintah daerah, turut berkontribusi penting pada penguatan indikator ekonomi dan sosial di Kalbar,” tutur Rochma.

Ia menilai, selain penguatan indikator ekonomi dan sosial, TPAKD di Kalbar juga mencatatkan capaian penting beberapa program inklusi keuangan tematik dan nasional.
Beberapa program tersebut yakni, Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) mencatat 965.911 rekening aktif atau 95,64 persen pelajar di daerah ini telah memiliki rekening tabungan di bank melebihi target nasional sebesar 91 persen.
Di sisi lain, sebanyak 94,586 UMKM telah menjadi debitur KUR, UMi dan program kredit/pembiayaan melawan rentenir, naik 7,63 persen secara tahunan (yoy). Di bursa saham, mencatat investor pasar modal (SID) tumbuh 32,72 persen dari 94,701 menjadi 125.686.
Sedangan titik akses keuangan di perdesaan mencatat sebanyak 1.890 desa/kelurahan atau sebanyak 88,11 persen telah memiliki titik akses keuangan. Cakupan jaminan kesehatan semesta (UHC) mencapai 94,13 persen dan cakupan jaminan ketenagakerjaan untuk pekerja informal mencapai 22,22 persen.
Beragam capaian TPAKD di Kalimantan Barat tersebut, pada ajang tahunan TPAKD Award 2026, Kalbar meraih predikat TPAKD Provinsi Terbaik Wilayah Kalimantan, Kota Pontianak meraih TPAKD Kota Terbaik Wilayah Kalimantan, dan Kabupaten Bengkayang menjadi Finalis TPAKD Kabupaten Terbaik Wilayah Kalimantan. Kalimantan Barat juga meraih penghargaan Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Kategori Provinsi.
“Atas prestasi ini, saya mengucapkan selamat dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pemerintah daerah, Bank Indonesia, kementerian/lembaga, pelaku usaha jasa keuangan dan unsur pengurus serta anggota TPAKD lainnya. Semoga tahun ini terus kita optimalkan sehingga pada tahun 2027 mendatang, kita bisa mempertahankan prestasi sebagai yang terbaik,” imbuh Rochma.
Puncak BIK Kalbar 2026 dan FinExpo 2026 resmi dibuka oleh Asisten II Setda Kalbar, Heronimus Hero. Ia berkata, bahwa pemerintah provinsi turut berperan dalam memperluas akses dan meningkatkan literasi keuangan melalui Tim TPKAD dengan melibatkan OJK, Bank Indonesia serta lembaga perbankan yang pembentukan timnya dilakukan secara berjenjang hingga tingkat kabupaten/kota.
“Pemerintah provinsi juga turut mendorong perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” ujar Hero.
Ia mengungkapkan, jumlah UMKM di Kalabar saat ini mencapai 338 ribu lebih unit dan berkontribusi menopang 60-70 persen perekonomian daerah. Dari semua jumlah UMKM tersebut, diakui Hero belum semua menikmati pembiayaan dari perbankan. Untuk itu peluang akses pembiayaan UMKM masih terbuka dan masih tersedia alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Kalbar maupun bank-bank milik negara.
“Artinya, masih ada ruang untuk yang belum mengakses pembiayaan. Semoga yang belum memanfaatkan permodalan dari produk perbankan, bisa segera bisa memanfaatkan skema pembiayaan modal usaha, agar pelaku usaha bisa berkembang dan naik kelas,” imbuh Hero. **








Discussion about this post