Penyaluran KUR di Kalimantan Barat menunjukkan kinerja yang sangat positif dengan total penyaluran mencapai Rp4.512,37 miliar (tumbuh 40,32 persen secara tahunan (yoy) dan jumlah debitur sebanyak 51.401 (tumbuh 19,89 persen).
“Seluruh sektor KUR di Kalbar mencatatkan pertumbuhan positif, dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor real estate, persewaan, dan jasa perusahaan yang melonjak sebesar 2.254,17 persen,” jelas Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Rahmat Mulyono dalam konferensi pers APBN Kalbar edisi bulan Oktober 2026 di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Rabu 28 Oktober 2026.
Ia memaparkan, berdasarkan bank penyalur, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjadi penyalur KUR terbesar, dengan nilai mencapai Rp2.330,96 miliar, sementara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 733,64persen.
Adapun posisi tiga besar kabupaten/kota dengan penyaluran KUR tertinggi pada tahun 2026, yaitu Kota Pontianak (penyaluran Rp582,7 juta), Kabupaten Kubu Raya (penyaluran Rp555,18 juta), dan Kabupaten Ketapang (penyaluran Rp496,01 juta).
Di sisi lain, penyaluran Pembiayaan UMi (Ultra Mikro) di Kalbar mengalami kontraksi year-on-year, di mana penyaluran tercatat sebesar Rp90,08 miliar (kontraksi 36,14 persen) dan jumlah debitur turun menjadi 15.451 (kontraksi 46,50 persen).
“Penurunan penyaluran UMi ini berpotensi mengindikasikan adanya peralihan debitur ke pembiayaan KUR seiring dengan meningkatnya kapasitas usaha dan kesiapan UMKM Kalbar untuk naik kelas,” kata Rahmat.
Penyaluran UMi didominasi oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar Rp83,30 miliar. Sementara itu, posisi tiga besar kabupaten/kota penerima penyaluran UMi tertinggi pada tahun 2026 yakni Kota Pontianak (penyaluran Rp12,04 juta), diikuti Kabupaten Kubu Raya (penyaluran Rp10,61 juta), dan Kabupaten Mempawah (penyaluran Rp10,90 juta).











Discussion about this post