Babak semifinal Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100 yang paling banyak ditunggu penonton, Sabtu 5 September 2026 di GOR Terpadu Pontianak, Kalimantan Barat menampilkan 32 atlet bulutangkis dari berbagai negara yang telah lolos di babak perempat final, Jumat kemarin.
Tim Indonesia tersisa 7 atlet yang akan menghadapi lawan-lawan tangguh di babak semifinal, untuk bisa melangkah di puncak final dan meraih gelar juara. Pertandingan dimulai pukul 13.00 WIB.
Tim Merah Putih yang bakal bertanding di babak semifinal adalah, pasangan ganda campuran Rehan Naufal Kusharyanto dan Melati Daeva Oktavianti yang akan bertemu lawan Liao Pin Yi dan Zhang Jia Han mewakili China.
Berikutnya pasangan ganda campuran Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu bertemu lawan Ma Xi Xiang dan Qin Hui Zhi dari China.
Di ganda putra, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan bersama Patra Harapan Rindorindo bertemu lawan Low Hang Yee dan Eng Cheong pemain Malaysia.
Dan satu lagi harapan Merah Putih di tunggal putra, Dendi Triansyah bakal bertemu Sun Chao pemain China.
Laga Seru Perempat Final
Pertandingan setengah hari yang berlangsung sejak siang hingga menjelang malam penuh adrenalin menegangkan, berharap banyaknya tim tuan rumah memenangi pertandingan dan terus melaju hingga final.
Penonton yang memenuhi stadion bergemuruh memberikan semangat bagi pemain-pemain unggulan Indonesia. Bersyukur ada beberapa yang bertahan, dan berhasil lolos dengan penuh perjuangan dan mendapatkan tiket laga semifinal.

Pasangan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto bersama Melati Daeva Oktavianti memenuhi ekspektasi penonton, mereka sukses menekuk lawannya Chen Bo Yuan dan Chen Yan Fei dari Chinesse Taipei dalam tiga gim pertandingan dengan skor 21-17, 19-21 dan 21-16.
Keluar dari gelanggang, mereka berucap syukur bisa sampai sejauh ini mendapatkan tiket semifinal. “Alhamdulillah bisa melangkah ke semifinal, walaupun tadi seharusnya bisa menang straigh game. Tapi tidak mengapa, kami tetap kasih yang terbaik, daya juangnya ditunjukkan. Di gim ke tiga juga sempat ketinggalan, tapi kami tidak menyerah, tetap usaha cari poin terus,” ujar Rehan.
Ia mengakui atmosfir penonton turut memacu semangat juang dan menambah motivasi untuk yakin bisa menang. “Istilahnya, kami sudah unggul 1-0 duluan dengan dukungan penonton,” kata Rehan.
Sementara Melati Daeva mengakui dalam laga tadi, banyak melakukan kesalahan sendiri, terutama di akhir-akhir gim ke dua. Sudah unggul, tapi agak lengah hingga tersusul dan lepas.
Menghadapi lawan di semifinal, mereka ingin melihat terlebih dahulu karakter permainan lawan, agar bisa mengatur strategi. “Yang pasti, lawan pasangan China, mau junior, mau senior itu sama. Mental mereka sangat baik. Jadi tidak boleh lengah sama sekali. Tidak boleh dianggap remeh,”kata Daeva.
Dejan dan Apri Libas Verrell dan Bernadine
Pasangan ganda campuran unggulan Merah Putih yang bermain pantang menyerah, Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu tampil memukau ketika melawan pasangan ganda campuran senegara, Verrel Yustin Mulia dan Bernadine Anindya Wardana dalam tiga set permainan dengan skor 13-21, 21-17 dan 21-18.

Beberapa kali terjatuh, namun Apri cepat bangkit kembali, ia tak mau menyerah begitu saja, meski di gim pertama tertinggal jauh. Bersama Dejan ia mengatur strategi agar tidak dipecundangi lawan. Berhasil, di detik-detik menegangkan, pasangan ganda campuran ini akhirnya berhasil menghentikan lawan.












Discussion about this post