“Alhamdulillah, hari ini kami bisa menang lagi. Ini membuat saya terharu, karena secara pribadi, tadi saya melawan diri saya sendiri, sebab kondisi kami juga sudah tidak 100 persen fit dan secara performa tidak sebaik biasanya. Ada kebanggaan tersendiri bisa sampai sejauh ini,” tutur Dejan.
Ia mengaku, sebenarnya dari pertemuan minggu lalu, secara permainan saja, semua adu strategi. Yang berbeda, lebih kepada kondisinya. “Satu hari kemarin mereka tidak main, kan itu lumayan buat istirahat. Sementara kami kemarin cukup match-nya cukup ketat, jadi menguras tenaga, menguras fisik. Di awal itu, keunggulan mereka,” cerita Dejan.
Kemenangan mereka diraih dengan penuh perjuangan, kegigihan dan tekad menang. “Tidak ada yang mudah, semuanya berdasarkan levelnya masing-masing, semuanya rata. Memang bedanya kan, sama teman sendiri, kami sudah tahu setiap hari, walaupun di permainan, kami coba untuk evaluasinya dari video-video, semuanya merata. Kami bersyukur bisa melewati ini, dan masuk ke babak berikutnya, semoga kami bisa memberikan yang terbaik,” ucap Apriyani.
Yeremia Bersama Patra Tundukkan Pemain Hong Kong
Pasangan ganda putra Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan bersama Patra Harapan Rindorindo di babak perempat final berhasil menahan laju permainan lawannya dari Hong Kong, Hung Kuei Chun dan Lui Chun Wai hanya dua set dengan skor 21-12 dan 21-19.

“Di gim pertama kami menang mudah, karena bisa langsung menekan, mereka juga seperti belum siap, belum panas. Di gim ke dua, mereka sudah lebih siap, mereka bisa mengantisipasi serangan-serangan kami, dan coba menekan kami duluan. Jadi poinnya mepet-mepet sampai akhir,” kata Yeremia seusai pertandingan.
Sedangkan Patra Harapan Rindorindo menyebut, di poin-poin mepet gim ke dua, kuncinya pada komunikasi dan terus diskusi saling mengingatkan pola yang akan dimainkan.
“Happy banget bisa sampai ke semifinal Super 100,” katanya.
Mereka kini bersiap untuk melanjutkan babak berikutnya, dengan melakukan recovery serta persiapan terbaik agar bisa terus melaju.
Dendi Triansyah Singkirkan Pemain Malaysia
Satu lagi harapan Merah Putih untuk tunggal putra yang diwakili oleh Dendi Triansyah agar bisa terus melaju. Pada laga perempat final, Dendi bermain cantik dengan menundukkan lawannya dari Malaysia, Cheam June Wei. Ia memenangi pertandingan dalam dua gim dengan skor 21-11 dan 21-10.

Dendi berhasil mendapatkan tiket semifinal dan diharapkan dapat terus menembus babak final pada hari Minggu 6 September nanti. Dalam pertandingan perempat final, Dendi merasa lawan lebih berpengalaman, lebih senior, karenanya ia telah mempersiapkan pikiran dan mental yang kuat.
Di lapangan, Dendi merasa memiliki tambahan energi melalui atmosfir penonton dan menambah suplemen perlawanannya.
“Dukungan penonton memang menjadi senjata saya. Sebaliknya, lawan mungkin grogi hingga tidak bisa bermain sesuai yang dia mau, sepertinya bingung mainnya,” ucap Dendi begitu keluar dari arena pertandingan dan dicecar pertanyaan-pertanyaan oleh sejumlah jurnalis dari berbagai media.
Dendi mengungkapkan, bahwa kunci keberhasilannya adalah, tidak banyak memberikan dia bola serangan, karena lawan memiliki serangan-serangan yang bagus.
“Akhirnya, saya bersyukur bisa melangkah ke babak semifinal, setelah minggu lalu di International Challenge hasilnya kurang bagus. Tapi saya belum merasa puas, saya ingin bisa menang di Indonesia Masters,” imbuhnya.
Keinginan Dendi tentu menjadi harapan bagi warga Merah Putih, yang terlihat semakin antusias menyaksikan akhir laga Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100 yang dihelat selama enam hari, 1-6 September 2026. **












Discussion about this post