Penyaluran kredit perbankan di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada Mei 2026 tercatat sebesar Rp80,8 triliun. Kredit tersebut didominasi oleh kredit konsumtif, diikuti kredit investasi, dan kredit modal kerja.
Secara tahunan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,79 persen (yoy), sejalan dengan optimisme pelaku usaha terhadap ekspansi bisnis di provinsi ini.
Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat, Rochma Hidayati mengungkapkan, penyaluran kredit kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tercatat sebesar Rp28,7 triliun, dengan porsi terbesar pada segmen usaha mikro dan kecil.
“Dibandingkan tahun sebelumnya, kredit kepada UMKM mengalami pertumbuhan sebesar 2,30 persen (yoy) menandakan perbankan sebagai salah satu pembiayaan UMKM untuk peningkatan kapasitas bisnis UMKM dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya saat menggelar media update, Sabtu 4 Juli 2026.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) di Kalimantan Barat mencapai Rp90,8 triliun, yang didominasi oleh dana tabungan sebesar Rp53,9 triliun, diikuti deposito sebesar Rp21,1 triliun, dan giro sebesar Rp15,7 triliun, dengan persentase pertumbuhan tertinggi dari giro yakni sebesar 11,20 persen (yoy).
“Pertumbuhan DPK mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan yang semakin meningkat serta semakin luasnya penggunaan layanan keuangan formal,” tutur Rochma.
Sementara di sektor Industri Keuangan Nonbank (IKNB), aktivitas usaha perusahaan pembiayaan, asuransi, dana pensiun, dan lembaga jasa keuangan lainnya tetap tumbuh secara sehat.
Penyaluran pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan mengalami peningkatan, terutama pada pembiayaan kendaraan bermotor dan pembiayaan multiguna. “Kinerja perasuransian di Kalimantan Barat menunjukkan pertumbuhan premi dengan rasio klaim yang masih berada pada tingkat yang terkelola,” kata Rochma.









Discussion about this post