Sektor perasuransian di Kalimantan Barat juga mencatat peningkatan aktivitas, tercermin dari realisasi premi asuransi jiwa dan asuransi umum di berbagai kabupaten/kota, dengan nominal premi yang lebih tinggi dibandingkan klaim. Dari sisi asuransi jiwa, realisasi premi terbesar tercatat di Kota Pontianak sebesar Rp285,23 miliar dengan klaim Rp447,55 miliar dan rasio klaim sebesar 156,91 persen.
Kondisi ini mencerminkan tingginya penetrasi produk asuransi jiwa di wilayah perkotaan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan jasa.
Pada asuransi umum, realisasi premi dan klaim juga menunjukkan distribusi yang relatif merata di kabupaten/kota, dengan nominal premi terbesar kembali tercatat di Kota Pontianak sebesar Rp184,25 miliar dan klaim sebesar Rp126,09 miliar.
Beberapa daerah mencatat rasio klaim yang tinggi, mencerminkan adanya peningkatan pembayaran klaim pada periode pelaporan, sementara di beberapa kabupaten lainnya rasio klaim masih berada pada tingkat yang rendah bahkan nihil, sejalan dengan karakteristik risiko dan volume pertanggungan.
Perkembangan Pasar Modal
Rochma juga mengungkapkan perkembangan pasar modal yang juga terus bertumbuh. Jumlah investor pasar modal di Kalimantan Barat hingga Maret 2026, total Single Investor Identification (SID) mencapai 368.803 SID, terdiri dari investor saham, reksa dana, dan Surat Berharga Negara (SBN).
Peningkatan jumlah investor diikuti oleh lonjakan nilai, frekuensi, dan volume transaksi saham.
“Kenaikan jumlah Single Investor Identification (SID), baik investor saham, reksa dana, maupun Surat Berharga Negara (SBN), mencerminkan peningkatan literasi dan partisipasi masyarakat Kalimantan Barat, dalam aktivitas pasar modal serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas investasi yang legal dan terawasi,” kata Rochma. **









Discussion about this post