Inflasi di provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada September 2026 bergerak tinggi di angka 4,35 persen secara tahunan (yoy) melampaui inflasi nasional yang sebesar 3,28 persen. Sementara Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalbar tercatat 112,76, IHK nasional sebesar 112,31.
Khusus di Kalimantan Barat, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Ketapang sebesar 5,20 persen dengan IHK 115,33 dan terendah di Kota Singkawang, sebesar 3,58 persen dan IHK 111,24.
Tingkat inflasi Provinsi Kalimantan Barat secara bulanan (month to month/mtm) September 2026 sebesar  0,79 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) September 2026 sebesar 3,64 persen.
Dalam rilis BRS (Berita Resmi Statistik) Kamis, 1 Oktober 2026, Statistis Ahli Madya BPS Provinsi Kalimantan Barat, Sri Suyatmi menjelaskan, penyumbang utama inflasi September 2026 secara bulanan (mtm) yang sebesar 0,79 persen adalah cabai rawit serta sayur-sayuran seperti kangkung, sawi hijau, bayam dan ketimun.
Sementara penyumbang utama inflasi September secara tahunan (yoy) selain cabai rawit serta sayuran juga didorong oleh kelompok makanan minuman dan tembakau, minyak goreng, beras dan ikan baung.
“Kelompok transportasi juga ikut menyumbang inflasi, utamanya pelumas/oli mesin, tarif angkutan udara dan pemeliharaan service, di samping kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, seperti perhiasan dan tarif gunting rambut pria,” ujar Sri Suyatmi.
Ia memaparkan penyumbang inflasi secara tahunan (yoy), karena adanya kenaikan harga sebelas indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,02 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,74 persen.











Discussion about this post