Selanjutnya kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,20 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,39 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,16 persen.
Kelompok transportasi sebesar 5,58 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,41 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,43 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,07 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,11 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,57 persen.
BPS mencatat, komoditas yang rajin memberikan sumbangan inflasi tahunan pada September 2026 ini adalah cabai rawit, emas perhiasan, kangkung, minyak goreng, beras, bahan bakar rumah tangga, ikan baung, pelumas/oli mesin, ketimun, dan angkutan udara.
Sedangkan komoditas penyumbang deflasi (yoy), antara lain, bawang merah, telur ayam ras, sabun mandi cair, dan biskuit.
Sementara komoditas yang dominan menyumbang inflasi secara bulanan (mtm) pada September 2026, antara lain cabai rawit, kangkung, sawi hijau, bayam, ketimun, kacang panjang, beras, buncis, cabai merah, sigaret kretek mesin (SKM), ikan tongkol, cumi-cumi, dan daging ayam ras.
Penyumbang deflasi di antaranya adalah, angkutan udara, sabun mandi cair, telur ayam ras, dan bawang merah. **












Discussion about this post