Ia juga berpesan kepada para senior yang akan membimbing juniornya, agar tidak dilakukan dengan cara-cara yang tidak elegan, seperti membuli calon mahasiswa baru, melakukan tindakan kekerasan, melakukan pelecehan. Apabila hal ini dilakukan akan ada sanksi bagi para pelaku. “Oleh karenanya bimbing mereka dengan hal hal yang positif, yang bisa mengubah karakter para calon mahasiswa,” imbuh Suhadi.
Kehadiran para calon mahasiswa bukan hanya sekadar mencari ilmu dan memperoleh ijazah, tetapi di balik itu banyak hal yang bisa didapat dalam pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru.
Ia berharap, membangun kemandirian, membangun jati diri agar menjadi insan yang tidak terombang ambingkan oleh informasi, tidak emosional, membangun rasa percaya diri yang kuat, memiliki kemauan untuk maju dan berkembang dan memiliki konsep diri, melalui instropeksi diri, di mana letak kekurangan, kelemahan dan potensi apa yang bisa dikembangkan memang untuk mengubah culture set dan mindset.
Pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru STIKes Yarsi Pontianak dihadiri Prof Dr.Radian, Humas Yarsi Pontianak Konduri , Ketua STIKes Yarsi Pontianak beserta PLT Wakil Ketua, para dosen dan civitas akademika, serta para tenaga kependidikan.
Acara berlangsung di lantai tiga STIKes Yarsi Pontianak. Dengan diawali pembacaan Ayat Suci Al Quran, pembacaan doa, sambutan ketua panitia, sambutan ketua STIKes Yarsi Pontianak, sambutan ketua Yayasan dan ditutup dengan penyematan tanda peserta PKKMB dan penyerahan beasiswa bagi calon mahasiswa Hafies Alquran. **











Discussion about this post