Pasangan ganda bulutangkis Indonesia, Yeremia Erich Yoche Yacob dan Patra Harapan Rindorindo tampil perkasa mengalahkan Low Hang Yee dan Ng Eng Cheong dari Malaysia dua set dengan skor 21-7 dan 21-15 pada Sabtu malam, 5 September 2026 di GOR Terpadu Pontianak, Kalimantan Barat. Tim ganda putra ini, menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masuk final Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100.
Sebelumnya tim Merah Putih telah berguguran ditekuk lawan-lawan tangguh dari tim China, menyisakan Yeremia dan Patra yang akan kembali berlaga untuk mendapatkan gelar juara yang berlangsung Minggu siang, 6 September 2026. Di final, pasangan ganda putra ini bertemu lawan dari Taipei, yaitu pasangan ganda putra Chia Yen dan Lin Yong Sheng.
Pada laga semifinal tadi malam, Yeremia dan Patra tampil mengesankan, pasangan ini mampu terus mengumpulkan poin hingga lawan tertinggal. Dalam dua gim pertandingan, tim Indonesia akhirnya berhasil menaklukkan Malaysia dan disambut gemuruh sorak sorai gempita penonton yang memenuhi stadion.
Keluar dari arena pertandingan, Yeremia mengungkapkan kegembiraannya. “Bangga sekali bisa back to back finals. Harapannya bisa juara dan mengeluarkan kemampuan maksimal,” ucapnya.
Ia mengakui, di interval gim ke dua poinnya ketat, tapi setelah itu mereka tetap fokus menyerang, mereka tidak mau main defence. Karena permainan yang bagus, itu adalah menyerang. “Kalau main defence, bisa saja mati, tapi kalau menyerang pasti lawan yang lebih tertekan,” ucapnya.
Kunci keberhasilannya? “Mungkin percaya satu sama lain, yakin dan ambisinya masih tinggi untuk performa kami,” kata Yeremia.
Patra Harapan Rindorindo juga menuturkan kesiapan mereka dalam pola permainan. “Kami lebih menekan dari awal. Puji Tuhan, tadi bisa menerapkan semua yang kami mau, jadinya bisa menang relatif cepat,” ucap Patra.
Selanjutnya pasangan ini memasuki babak final bertemu lawan Chinesse Taipei. “Untuk tanding selanjutnya, kami akan antisipasi dari pola-pola serangan mereka. Karena mereka juga bermain rapi dari kemarin yang saya lihat. Jadi nanti kami mau menyiapkan pola defense balik serangnya,” ujarnya.
Perjuangan Lima Atlet Ganda Indonesia Menuju Final Kandas
Laga mendebarkan perjuangan tim Indonesia menundukkan lawan-lawan tangguhnya, tak membuahkan hasil menggembirakan, langkah mereka kandas di babak semifinal dalam pertandingan yang dihelat siang hingga malam hari.
Pasangan ganda campuran Rehan Naufal Kusharyanto dan Melati Daeva Otavianti dalam pertarungan melawan Liao Pin Yi dan Zhang Jia Han dari China terhenti langkahnya, setelah kalah pertarungan dua gim dengan skor 18-21 dan 18-21.

Pasangan ini cukup puas bertahan di babak semifinal Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Di luar gelanggang, Melati berkata, pasti kita semua tahu pemain China, mau junior, mau senior, semuanya punya kualitas yang sangat bagus.
“Ini menjadi satu pelajaran buat kami sebagai partner baru. Di permainan tadi, kelihatan banget kekurangan kami, dan itu yang akan dievaluasi untuk diperbaiki ke depannya,” tutur Melati.
Ia mengakui terlambat beradaptasi pada gim pertama dan ke dua, lawan mengubah pola permainan yang terlambat diantisipasi, sehingga berakhir dengan banyaknya melakukan kesalahan sendiri.
Satu lagi pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu juga menelan kekalahan ketika bertemu lawan Ma Xi Xiang dan Qin Hui Zhi dari China dalam dua gim dengan poin tertinggal jauh, 16-21 dan 13-21.

Usai laga, Dejan bilang, hasilnya tidak sesuai dengan keinginan dan harapan. “Di permainan juga tidak maksimal, tidak keluar karena mungkin kondisi juga mempengaruhi. Bukan sebuah alasan, tapi akhirnya fokusnya hilang-hilang,” tutur Dejan ketika menghadapi pertanyaan sejumlah wartawan.
Namun, ia merasa bermain di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 merupakan modal awal yang baik jika dibandingkan dengan Taipei kemarin saat debut pertama kali. “Di sini sangat improve dari persiapan, latihan dan cara main serta fight di lapangan pertandingan juga. Jadi saya sangat senang dengan hasil-hasil yang kami dapat,” tutur Dejan.
Tentang pasangan mainnya, Apriyani, Dejan menilai adalah sosok yang amat patut dicontoh. Daya juang dan semangatnya di lapangan sangat luar biasa dan jiwa belajarnya, jiwa ingin tahunya sangat besar.
“Dengan kedewasaannya, Kak Apri yang punya titel tapi masih mau belajar, masih mau improve,” ujarnya.









Discussion about this post