Apri sendiri mengakui dalam permainan tadi, kondisinya sudah tidak maksimal dan dia mengucapkan terima kasih kepada Dejan, yang selalu mengupayakan yang terbaik di lapangan. “Mati-matian sejak kemarin sampai hari ini,” tegasnya.
Duel Tunggal Putra Juga Gugur
Di tunggal putra dalam babak semifinal, Dendi Triansyah duel bersama Sun Chao pemain China. Dendi yang digadang-gadang menembus babak final, ternyata tidak juga tidak mampu menghadang lawannya yang tangguh.
Dalam pertandingan tiga gim, di gim pertama Dendi awalnya berhasil memimpin pertandingan, dengan poin selisih jauh dari lawan. Mereka saling kejar-kejaran, hingga Dendi menang tipis dua angka 22-20.
Masuk gim ke dua, Dendi mulai kewalahan menghadapai pukulan-pukulan tajam lawan, bahkan Dendi pun kerap melakukan kesalahan dengan mematikan bola sendiri, Dendi harus menelan pil pahit dilibas Sun Chao 10-21.
Begitu pula pada gim ke tiga yang masih menyimpan harapan penonton untuk meraih kemenangan, ternyata tidak juga terwujud. Dendi terus dipepet lawan dan berakhir dengan kekalahan 15-21.

Usai laga, Dendi mengakui, bahwa pada gim pertama lawan masih lebih banyak menurunkan bola. Jadi pola strateginya masuk. Tapi di gim ke dua, lawan langsung mengubah trik permainan dengan banyak mengangkat bola yang kemudian membuat Dendi kewalahan, karena bola belakangnya tidak dapat menghasilkan poin.
“Di gim ke tiga, saya sudah berusaha mengimbangi permainan, tapi tidak maksimal, karena kondisinya sudah menurun. Lawan lebih cukup matang dari saya. Ini menjadi evaluasi bagi saya untuk ke depannya agar saya bisa lebih maksimal lagi. Kalau poinnya ketat, harus kuat jaga pikirannya,” ucapnya.
“Dari target diri dan pelatih, pengennya juara. Hanya, ya mungkin hasilnya sampai di sini. Saya masih tetap bersyukur bisa masuk semifinal di Indonesia Supers 100. Sekiranya ini bisa menjadi modal untuk kami terus belajar, supaya lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya,” tutup Dendi.
Ganda Putra Indonesia Jadi Harapan Tuan Rumah
Lima dari tujuh atlet Indonesia kandas di babak semfinal, menyisakan dua atlet pasangan ganda putra Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dan Patra Harapan Rindorindo masuk babak final.
Perlawanan di babak ini bakal semakin mendebarkan, lantaran tim Indonesia satu-satunya ini, Â akan berhadapan lawan tangguh dari Taipei, Chia Yen dan Lin Yong Sheng.

Tingginya harapan tuan rumah akan kemenangan tim Indonesia, terlihat dari antusiasnya masyarakat yang mengantre membeli ticket box. Bahkan untuk tiket final pada Minggu sudah banyak yang bertanya-tanya dan hendak melakukan pemesanan. Sayangnya untuk penjualan tiket online sudah sold out alias habis.
Panitia penyelenggara pun menambah jumlah tiket di lokasi GOR Terpadu. Sejak pagi hari loket dibuka, dipastikan antrean sudah ramai seperti yang terjadi pada babak semifinal, lantaran takut kehabisan.
Di babak final, penonton akan disuguhi aksi laga yang didominasi atlet China. Pertandingan dimulai pukul 13.00 WIB dengan permainan tim China melawan China, yaitu pasangan Ma Xi Xang bersama Qin Hui Zhi dan pasangan Liao Pin Yi bersama Zhang Jia Han.
Di lap berikutnya, ada pasangan Chou Yun An dan Rou Hsuan Ko dari Taipei bertemu Liao Li Xi dan Shen Shi Yao juga dari China.
Berikutnya tunggal putri Xu Wen Jing dari China bertemu Mansi Singh pemain India.
Pada tunggal putra, Sun Chao dari China bertemu Wang Po We dari Taipei
Terakhir dan yang paling ditunggu, perlawanan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan bersama Patra Harapan Rindorindo tim Merah Putih bertemu Chia Yen Lin dan Lin Yong Sheng dari Taipei. **










Discussion about this post