Dalam sambutannya, Mu’alif menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang telah hadir. Beliau menegaskan bahwa program ini memiliki tujuan mulia yang melampaui sekadar hafalan materi perpajakan di kelas.
“Program inklusi kesadaran pajak tidak sekadar bertujuan agar siswa mengetahui apa itu pajak atau menghafal aturan perpajakan. Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran bahwa pajak merupakan bagian dari kehidupan dan kontribusi setiap warga negara. Kita ingin mengubah cara pandang siswa dari ‘pajak adalah kewajiban’ menjadi ‘pajak adalah bentuk kontribusi saya kepada negara’,” jelas Mu’alif.
Kanwil DJP Kalbar menyadari bahwa penanaman nilai-nilai kesadaran pajak tidak dapat dilakukan sendiri oleh DJP. Peran guru sangat strategis sebagai perpanjangan tangan DJP karena berinteraksi langsung dan berkelanjutan dengan para siswa.
Mu’alif menambahkan, siswa mungkin akan lupa sebagian materi yang pernah dipelajari, tetapi mereka sering mengingat pesan yang disampaikan oleh gurunya. Oleh karena itu, kami berharap materi kesadaran pajak dapat disampaikan secara berkesan dan menjadi nilai yang dibawanya hingga dewasa.
Para siswa SMA/SMK sederajat saat ini merupakan calon pelaku usaha, profesional, pekerja, akademisi, dan pemimpin di masa depan. Melalui edukasi sejak dini, diharapkan ketika mereka memasuki dunia kerja dan memiliki kewajiban perpajakan, mereka telah memiliki kesadaran bawaan bahwa menikmati manfaat pembangunan berbanding lurus dengan tanggung jawab untuk berkontribusi.
Dengan pembekalan dan kolaborasi erat bersama delapan sekolah menengah di Pontianak ini, Kanwil DJP Kalimantan Barat optimis membangun fondasi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran, kepedulian, dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pembangunan bangsa yang berkelanjutan melalui kontribusi perpajakan.**












Discussion about this post