Kegiatan TNP IV kemudian menghasilkan Piagam Pontianak, yang memuat 20 komitmen pendamping KUMKM. Di antaranya memperkuat kompetensi pendamping di era AI, meningkatkan digitalisasi UMKM, memperkuat akses pembiayaan, serta menjadikan kawasan perbatasan Kalimantan Barat sebagai pusat pengembangan ekonomi dan ekspor.
“Kegiatan ini menghasilkan Piagam Pontianak. Salah satu yang ditekankan adalah bagaimana pendamping tetap menjadi bagian penting di era AI, karena AI membantu pekerjaan, tetapi tidak menggantikan empati dan pemahaman terhadap kondisi masyarakat,” lanjutnya.
Selain kegiatan di UNTAN, sebagian peserta juga melanjutkan agenda Misi Kolaborasi Lintas Batas ke Kuching, Sarawak, Malaysia, untuk melakukan benchmarking pengelolaan UMKM dan koperasi.
Melalui kegiatan ini, Untan diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai penghubung antara dunia akademik, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong UMKM yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.**











Discussion about this post