Terkait hilirisasi lada, ia yang juga inisiator produk saat ini telah mengembangkan produk lada bubuk kemasan dengan merek Lada Batu Layar. Hadirnya lada bubuk kemasan sebagai jawaban untuk meningkatkan nilai tambah petani dan kemandirian daerah menyediakan produk siap saji di daerah produksi, bukan didatangkan dari luar.
“Atas inisiasi ini, produk lada bubuk alhamdulillah sudah menjadi bukan hanya produk unggulan desa, namun sudah menjadi produk unggulan Kabupaten Sambas melalui SK Bupati,” papar dia.
Ia menceritakan bahwa produk lada bubuk hadir dan terus berkembang atas dukungan pemerintah desa. Atas kolaborasi, kini usaha tersebut menjadi koperasi yakni Koperasi Srikandi Jaya Sambas. Atas perannya, hadir Sentra IKM Lada Sambas di Desa Sendoyan.
Sentra tersebut amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara. Hadirnya bangunan dengan total pagu hampir mencapai Rp6 miliar tersebut sebagai upaya hilirisasi produk komoditas lada untuk skala ekspor.
“Saat ini kami terus maksimalkan potensi desa. Ini didukung banyak pihak mulai dari pemerintah pusat hingga desa. Belum lagi dari PLN UPT Pontianak dan UIP3B Kalimantan, terbaru membuat kebun integrasi kopi dan lada,” papar dia.
Sementara itu, Plt. Kadisbunnak Kalbar, Rino Anteno Tenggo, mengucapkan selamat kepada kelima penerima penghargaan Gubernur Kalbar dalam bidang peternakan dan perkebunan.
“Selamat dan sukses kepada penerima penghargaan yang terdiri dari tiga orang di bidang peternakan dan dua di bidang perkebunan. Ini tentu jadi motivasi untuk lebih maju,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penghargaan yang ada bukan hanya sekadar seremonial, namun ke depan berdampak nyata dan berkelanjutan. Tidak kalah penting, menurutnya dilakukan pembinaan untuk sinergi membangun Kalbar.
“Pesan Gubernur Kalbar, tidak berhenti di sini dan akan kita bina. Harapan kita untuk bersama-sama membangun Provinsi Kalbar,” harapnya. **










Discussion about this post