Sementara di sektor lapangan usaha, penyediaan akomodasi makanan dan minuman, salah satunya adalah SPPG yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu penyumbang utama pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2026 adalah industri pengolahan.
Ekonomi Kalbar secara kuartalan (qtq) pertumbuhan tertinggi juga terjadi pada lapangan usaha konstruksi. Ini selaras dengan adanya peningkatan pada pengadaan semen, bongkar besi dan tiang pancang yang mendukung peningkatan aktivitas konstruksi.
Sementara dari sisi pengeluaran, sebagai penopang utama perekonomian Kalbar, komponen pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) tumbuh sebesar 4,17 persen secara tahunan (yoy). Komponen ini juga menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi di triwulan II-2026, dengan kontribusi sebesar 48,24 persen.
“Beroperasinya berbagai pabrik pengolahan di Kalimantan Barat serta momen Hari Raya Idul Adha dan 27 momen libur sekolah, menjadi faktor pendorong dalam meningkatkan aktivitas ekonomi,” ujar Saichudin.
Secara kuartalan, ekonomi Kalbar triwulan II-2026 terhadap triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 1,43 persen (qtq). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Konstruksi bertumbuh tinggi, yaitu sebesar 9,47 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah impor barang dan jasa sebagai komponen pengurang sebesar 32,55 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 20,96 persen, industri pengolahan 16,27 persen, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor 14,31 persen dan konstruksi 12,63 persen,” kata Saichudin.
Sedangkan dari sisi pengeluaran didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumahtangga (PK-RT) sebesar 48,24 persen, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 33,69 persen dan komponen ekspor barang dan jasa 20, 75 persen.
Jika dibandingkan dengan Pulau Kalimantan, posisi Kalimantan Barat masih tertinggi pertumbuhan ekonominya. Pada triwulan II-2026 posisi Kalbar tetap teratas, yakni sebesar 5,61 persen, disusul Kalimantan Selatan 5,28 persen, Kalimantan Utara 4,96 persen, Kalimantan Tengah 3,53 persen dan terendah di Kalimantan Timur sebesar 3,35 persen.
Dari pergerakan pertumbuhan ekonomi tersebut, Pulau Kalimantan memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia sebesar 8,15 persen dengan pertumbuhan sebesar 4,10 persen secara tahunan (yoy). **









Discussion about this post