Beras Berkontribusi Terhadap Kemiskinan
Di daerah perkotaan, komoditas makanan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap Garis Kemiskinan adalah beras sebesar 18,82 persen, diikuti rokok kretek filter 14,82 persen, daging ayam ras 5,31 persen, telur ayam ras 5,11 persen, mi instan 2,91 persen, serta beberapa komoditas lainnya seperti tongkol/tuna/cakalang, kembung, gula pasir, dan kopi bubuk/kopi instan sachet.
Sementara itu, pada kelompok bukan makanan, komoditas yang memberikan kontribusi terbesar adalah perumahan 8,74 persen, bensin 3,73 persen, listrik 2,70 persen, dan pendidikan 1,93 persen.
Di daerah perdesaan, komoditas makanan penyumbang terbesar terhadap Garis Kemiskinan juga masih didominasi oleh beras, dengan kontribusi 25,34 persen, diikuti rokok kretek filter 13,34 persen, daging ayam ras 5,04 persen, telur ayam ras 4,41 persen, gula pasir 3,11 persen, kopi bubuk/kopi instan (sachet) 2,56 persen, dan mi instan sebesar 2,55 persen.
Adapun pada kelompok bukan makanan, komoditas yang memberikan kontribusi terbesar adalah perumahan sebesar 10,17 persen, bensin 3,75 persen, listrik 1,69 persen), dan pendidikan 1,32 persen.
Saichudin menjelaskan, dalam menghitung data kemiskinan BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan, yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan dan bukan makanan).
Begini metodologinya : Garis Kemiskinan makanan adalah nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan (setara 2.100 kilo kalori per kapita per hari).
Garis Kemiskinan bukan makanan adalah nilai minimum pengeluaran untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok bukan makanan lainnya
Garis kemiskinan makanan adalah nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan (setara 2100 kilokalori per kapita per hari).
Garis kemiskinan bukan makanan adalah nilai minimum pengeluaran untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan pokok bukan makanan lainnya.
Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rerata pengeluaran per kapita di bawah Garis Kemiskinan.
“Metode tersebut, dipakai BPS sejak tahun 1998 supaya hasil penghitungan konsisten dan terbanding dari waktu ke waktu (apple to apple),” kata Saichudin.**









Discussion about this post