Ketua Umum DPP Astindo, Pauline Suharno yang hadir dalam pendeklarasian tersebut menilai, travel agent di Kalbar terbilang sangat aktif dalam berbagai kegiatan industri pariwisata, terlebih lagi dengan dukungan lalulintas wisatawan yang potensial, baik inbound maupun outbound.
“Keberadaan DPD Astindo di daerah memiliki peran vital dalam melindungi masyarakat dari maraknya praktik biro perjalanan ilegal, travel bodong hingga online travel agent (OTA) yang terindikasi penipuan,” tegas Pauline.
Dia berharap, anggota yang tergabung dalam Astindo telah melewati verifikasi ketat, sehingga dipastikan legal dan memiliki manajemen yang sehat serta terpercaya. Sehingga masyarakat maupun wisatawan dari dalam maupun luar negeri mendapatkan standar pelayanan yang jelas, aman dan memuaskan.
Ia menyampaikan, bahwa DPP Astindo mengedepankan kualitas ketimbang sekadar kuantitas. Dari sebanyak 1.713 anggota Astindo di seluruh Indonesia, organisasi ini memiliki prinsip memulai dari skala terukur tetapi konsisten berkembang dengan kualitas yang tetap terjaga.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terbentuknya DPD Astindo Kalbar. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai pondasi utama dalam meningkatkan daya saing pariwisata daerah, memperkuat ekonomi masyarakat serta menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.
Sementara Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalbar juga menyampaikan apresiasi atas terbentuknya DPD Astindo Kalbar, yang diharapkan akan menjadi motor penggerak dalam memperkuat industri perjalanan wisata di daerah.
Ketua DPD HPI Kalbar, Fahroollyadi menyampaikan, bahwa tantangan industri pariwisata saat ini tidak dapat dihadapi oleh satu organisasi saja. Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, asosiasi profesi, pelaku usaha, maskapai penerbangan, sektor perhotelan dan transportasi hingga dunia pendidikan, agar tercipta ekosistem pariwisata yang sehat, profesional dan berkelanjutan.
“Musda Astindo Kalbar diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang memperkuat promosi destinasi, meningkatkan kualitas layanan wisata, memperluas konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata,” imbuhnya.
Kegiatan ini juga turut dihadiri Wali Kota Singkawang, Tjai Chui Mie yang berkesempatan memaparkan potensi-potensi wisata serta agenda wisata yang menarik di kotanya. **












Discussion about this post