Sementara itu, dua subsektor lainnya mengalami penurunan It yaitu subsektor hortikultura sebesar 8,78 persen dan subsektor peternakan sebesar 0,12 persen. “Komoditas yang menjadi penyumbang terbesar naiknya It yaitu karet, kelapa sawit, lada/ merica, gabah, dan jagung,” kata Suyatmi.
Secara nasional, NTP Juli 2026 tercatat sebesar 127,84 poin atau naik sebesar 0,15 persen dibanding Juni 2026. Sedangkan seluruh provinsi di Pulau Kalimantan mengalami kenaikan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Kalimantan Timur sebesar 1,99 persen, sedangkan kenaikan NTP terendah terjadi di Kalimantan Utara sebesar 0,15 persen.
Dari seluruh wilayah di Tanah Air, Provinsi Sulawesi Tenggara tercatat mengalami kenaikan NTP tertinggi, yaitu 8,89 persen dibandingkan provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP yang mengalami penurunan terdalam adalah Provinsi Gorontalo, yakni sebesar 5,99 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono bilang, kenaikan NTP pada Juli 2026 terjadi karena Indeks Harga yang Dibayar (Ib) petani turun 0,25 persen lebih dalam dibandingkan Indeks Harga yang Diterima (It) sebesar 0,10 persen.
“Peningkatan NTP nasional pada Juli 2026 ditopang oleh membaiknya kinerja subsektor pertanian. Subsektor tanaman perkebunan rakyat mencatat kenaikan tertinggi, sebesar 1,67 persen, diikuti tanaman pangan 1,32 persen,” ujarnya saat rilis BRS secara daring, Senin.
Secara kumulatif, pada periode Januari-Juli 2026, NTP nasional tercatat sebesar 126,13, atau meningkat 2,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebanyak 26 dari 38 provinsi berhasil mencatat kenaikan NTP pada Juli 2026.
BPS juga mencatat rerata harga beras di tingkat penggilingan pada Juli 2026 secara total meningkat 0,94 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm) dan naik 5,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
“Menurut kualitasnya, harga beras premium di tingkat penggilingan naik 0,44 persen secara mtm dan secara tahunan (yoy) meningkat 10,02 persen. Untuk beras medium naik 1,25 persen secara mtm dan 2,24 persen secara yoy,” kata Ateng.
Di tingkat grosir, BPS mendata inflasi beras pada Juli 2026 sebesar 0,61 persen secara bulanan dan 4,11 persen secara tahunan (yoy). Sementara di tingkat eceran, inflasi beras tercatat sebesar 0,49 persen secara mtm dan 3,10 persen (yoy). **












Discussion about this post