Ke dua, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, QRIS Cross Border, Perlindungan Konsumen (PeKA), dan Belanja Bijak guna meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Ke tiga, Pasar Batas Nusantara yang menghadirkan produk unggulan dari 23 UMKM binaan Rumah BUMN Sanggau sebagai sarana promosi dan perluasan akses pasar. Pada acara Lentera Batas Negeri 2026 di PLBN Entikong, UMKM Pasar Batas Nusantara berhasil terjual sebanyak 131 pcs produk dengan omset total mencapai Rp 4.540.000,00.
Ke empat, Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan 1.000 paket bahan pangan bagi masyarakat sekitar PLBN Entikong sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga dan pengendalian inflasi.
Ke lima, Sinergi Layanan Kas (SILAKAS) yang menghadirkan berbagai layanan publik secara terpadu, mulai dari layanan informasi keimigrasian, SAMSAT Go Kecamatan, sosialisasi keselamatan transportasi, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
Puncak Kegiatan LENTERA Batas Negeri 2026 di PLBN Entikong digelar pada 25 Juni 2026 dengan dihadiri Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Reynaldi Akbar, Direktur Kepatuhan PT BPD Kalimantan Barat, Ariesha R.S.M. Al Amin, Forkopimda, Forkopincam Entikong, perbankan serta mitra strategis lainnya.
Selain itu, Bank Indonesia juga menghadirkan Rupiah Corner Perbatasan sebagai ruang edukasi interaktif mengenai Rupiah, sistem pembayaran, dan peran Bank Indonesia. Melalui fasilitas ini, masyarakat dapat memperoleh pengalaman langsung dalam mengenali ciri keaslian uang Rupiah, serta memahami perkembangan sistem pembayaran digital.
Sementara bagi pelaku usaha, kegiatan Business Matching UMKM menjadi wadah untuk mempertemukan UMKM dengan calon pembeli, distributor, investor, maupun lembaga pembiayaan guna membuka peluang kemitraan dan pengembangan usaha yang berkelanjutan.
BI mengungkapkan, dari sisi digitalisasi pembayaran, perkembangan QRIS di Kalimantan Barat menunjukkan tren yang terus meningkat. Hingga Mei 2026, jumlah merchant QRIS mencapai lebih dari 539 ribu merchant dengan dominasi pelaku usaha mikro.
Perkembangan tersebut, menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan sistem pembayaran digital sebagai sarana transaksi yang mudah, cepat, aman, dan efisien.
Dalam konteks wilayah perbatasan, edukasi QRIS Cross Border diharapkan dapat semakin mendorong transaksi lintas negara yang lebih praktis dan terintegrasi.
LENTERA Batas Negeri 2026 menjadi wujud sinergi dan aksi kolektif untuk memperkuat kedaulatan Rupiah, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, memperluas digitalisasi sistem pembayaran, serta mendukung penguatan ekonomi masyarakat perbatasan.
“Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Bank Indonesia optimistis masyarakat di wilayah perbatasan akan semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta mampu memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang berkembang di kawasan perbatasan,” imbuh Reynaldi.**









Discussion about this post