“Saya melihat potensinya sangat besar. Programnya tidak hanya berhenti pada teori, tetapi sudah diwujudkan dalam praktik. Tantangan berikutnya adalah bagaimana melakukan scale up melalui dukungan teknologi dan kolaborasi yang lebih luas sehingga dampaknya semakin besar dan dapat menjadi contoh bagi masyarakat,” katanya.
Ketua Pengelola Rusunawa dan Asrama Untan, Dr. Muhammad Fahmi menyambut baik kolaborasi bersama SBM ITB. Menurutnya, kehadiran para akademisi dari ITB membuka perspektif baru dalam mengembangkan program kewirausahaan di lingkungan asrama.
“Kami sangat bersyukur karena kolaborasi ini memperluas cara pandang kami. Banyak hal yang sebelumnya belum kami pahami, mulai dari rantai nilai, manajemen hingga pemanfaatan teknologi, kini menjadi lebih jelas. Ini menjadi bekal penting untuk mengembangkan program yang lebih berdampak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut menjadi motivasi bagi UNTAN untuk terus mengakselerasi berbagai program pemberdayaan mahasiswa yang sejalan dengan pembangunan nasional melalui pendekatan akademik dan inovasi.
“Kolaborasi ini membuat kami semakin yakin bahwa gagasan sederhana dapat menciptakan nilai yang besar apabila didukung teknologi, manajemen yang baik, serta kolaborasi antarpihak,” ujarnya.
Ke depan, Rusunawa Untan akan terus memperluas sosialisasi Program Asrama Berdampak agar semakin banyak mahasiswa tertarik bergabung. Asrama diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga berkembang sebagai pusat pengembangan kapasitas (hub) yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemampuan kewirausahaan mahasiswa.
“Harapan kami, mahasiswa datang ke asrama bukan sekadar untuk tinggal, tetapi karena ingin belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri agar ketika terjun ke masyarakat mereka memiliki nilai tambah serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar,” pungkasnya.**









Discussion about this post