Sementara itu, Kepala Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Nyigit Wudi Amini, menjelaskan bahwa tema Harganas tahun ini sejalan dengan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang sedang digalakkan secara nasional.
“Tahun ini kita memperingati Hari Keluarga Nasional ke-33 dengan tema Ayah Wajib Hadir. Melalui momentum ini, kami menggerakkan Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia. Program ini lahir karena masih adanya fenomena fatherless, yaitu kondisi ketika ayah sebenarnya hadir di rumah, tetapi tidak terlibat dalam pengasuhan anak,” jelasnya.

Menurut Nyigit, selama ini sebagian ayah masih memandang perannya hanya sebatas pencari nafkah, sementara seluruh urusan pengasuhan diserahkan kepada ibu.
“Memang tidak semua seperti itu, tetapi masih ada sebagian ayah yang kurang terlibat dalam proses pengasuhan. Padahal kehadiran ayah sangat penting dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, dan perkembangan anak secara utuh,” katanya.
Ia menambahkan, bagi anak-anak yang tidak memiliki ayah atau tinggal berjauhan dengan sosok ayah, peran tersebut dapat digantikan oleh anggota keluarga terdekat seperti kakek, paman, atau figur laki-laki lain yang dapat menjadi teladan.
“Intinya adalah bagaimana sosok dan peran ayah tetap hadir dalam kehidupan anak. Kehadiran ayah dalam pengasuhan akan membantu membentuk pribadi anak Indonesia yang utuh, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.
Melalui peringatan Harganas ke-33 ini, Kemendukbangga/BKKBN Kalbar berharap semakin banyak ayah yang terlibat aktif dalam tumbuh kembang anak, sehingga tercipta keluarga yang harmonis, berkualitas, dan mampu melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami mengajak para ayah di Kalimantan Barat untuk meningkatkan keterlibatan dalam pengasuhan anak. Jangan menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada ibu. Kehadiran ayah sangat penting dalam membina dan membentuk pribadi anak yang baik, cerdas, dan berakhlak mulia,” pungkas Nyigit.**









Discussion about this post