“Bagi pemerintah Kalbar, data statistik yang berkualitas merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam mendukung perumusan kebijakan pembangunan daerah. Berbagai program dan kegiatan pembangunan, baik di bidang ekonomi, investasi, ketenagakerjaan, pengembangan UMKM maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat, memerlukan dukungan data yang akurat dan terpercaya,” ujarnya.
Harisson meminta, setiap informasi yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi yang sebenarnya di lapangan, dan tidak ada pelaku usaha yang terlewat. Selain itu, fungsi pengawasan dan pengendalian mutu juga dapat dilaksanakan secara optimal.
“Setiap potensi kesalahan maupun ketidaksesuaian hendaknya dapat segera diidentifikasi dan diperbaiki, sehingga kualitas data tetap terjaga sejak proses pengumpulan, pemerikaan hingga pengolahan data,” imbuhnya.
Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menghimpun data dasar mengenai kegiatan usaha serta kondisi sosial ekonomi rumah tangga. Pendataan dilakukan dengan metode door to door. Selama periode pelaksanaannya, petugas melakukan pendataan lapangan dengan mendatangi langsung rumahtangga maupun tempat usaha masyarakat.
Data yang terkumpul, nantinya digunakan untuk memetakan struktur ekonomi dan karakteristik usaha di berbagai wilayah, sehingga dapat menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan.
Seiring dimulainya pendataan lapangan, masyarakat diimbau untuk mengenali ciri-ciri petugas resmi Sensus Ekonomi 2026. Petugas resmi SE2026 dibekali kartu petugas, rompi Sensus Ekonomi 2026, serta surat tugas saat melakukan pendataan.
“Petugas sensus akan mendata langsung dari pintu ke pintu, dari rumah ke rumah dan dari usaha satu ke usaha lain, serentak di Indonesia. Jadi siap-siap kami datangi ya,” kata Saichudin.**










Discussion about this post