“Saat ini drumband tidak sekadar hanya pandai baris berbaris, tetapi drumband di samping pertunjukkan modern, kreatifitas dan teknologi juga membentuk karakter utamanya kedisiplinan, tanggung jawab dan disiplin. Kesemunya itu merupakan kunci menuju sukses,” ujar Suhadi.
Menurut dia, kendala paling menonjol dalam pembinaan drumband adalah anggaran yang cukup besar, perawatan peralatan yang cukup mahal , adanya kesenjangan yang cukup tajam antar daerah dan lambatnya regenarsi pelatih yang belum optimal.
Suhadi menyambut baik diundangnya para kepala sekolah karena di sekolah, kampus dan pondok pesantren adalah basis terbesar drumband. Diharapkan para pengurus bisa memanfaatkan kesempatan untuk bersosialisasi ke sekolah sekolah, pondok pesantren dan kampus.
“Apalagi Kabupaten Mempawah ini memiliki Perguruan Tinggi yang mencetak calon pemimpin masa depan, yakni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di mana Kampus memiliki pemain pemain drum band yang berkualitas,” imbuhnya.
Predikat unggul ini berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandairi Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia ( Perkumpulan LAM-PTKes ) Nomor 0197/LAM-PTKes /Akr/Sar/IV/ 2026 tanggal 25 April 2026 tentang Status Akreditasi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. **

















Discussion about this post