Hasil SKP LPS juga menunjukkan pelemahan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada bulan Maret 2026. IKK menurun 7,0 poin di bulan Maret 2026 ke level 91,8 dari level 98,8 pada bulan sebelumnya, serta membukukan level terendah sejak bulan Oktober 2025.
Hal ini mengindikasikan turunnya persepsi konsumen dalam menilai kondisi perekonomian, terutama disebabkan oleh melemahnya penilaian terhadap kondisi ekonomi lokal dan lapangan kerja saat ini. Hal ini terjadi di tengah persepsi konsumen yang tetap optimis terhadap prospek ekonomi dan pendapatannya pada masa mendatang.
Pada Maret 2026, Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) dan Indeks Ekspektasi (IE) masing-masing melemah 7,0 poin ke level 72,2 dan 106,5. Meskipun menurun, level IE yang masih berada di atas nilai 100 menunjukkan bahwa optimisme terhadap prospek ekonomi ke depan masih terjaga.
Selain karena kenaikan harga bahan pokok dan sulitnya lapangan kerja, penurunan IKK juga dipengaruhi sejumlah faktor, seperti harga jual panen yang menurun, panen yang gagal, harga pupuk yang mahal, serta adanya banjir. Kenaikan permintaan barang selama bulan puasa dan Lebaran mendorong kenaikan harga bahan pangan, sedangkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan tarif angkutan antarkota mendorong akselerasi inflasi pada kelompok transportasi.
Jika ditinjau berdasarkan kelompok pendapatan, pada Maret 2026, IKK pada hampir seluruh kelompok pendapatan rumah tangga (RT) mengalami penurunan pada bulan Maret 2026 dari bulan sebelumnya. IKK RT berpendapatan di atas Rp1,5 juta–Rp 3 juta/bulan (-7,4 poin) turun paling besar, diikuti IKK RT berpendapatan Rp3 juta–Rp7 juta per bulan (-7,3 poin), dan IKK RT berpendapatan di atas Rp7 juta per bulan (-4,1 poin).
Di sisi lain, IKK RT berpendapatan hingga Rp1,5 juta/bulan cenderung stabil (+0,1 poin). IKK RT berpendapatan di atas Rp7 juta/bulan masih berada di atas level 100, yang menunjukkan terjaganya optimisme kelompok RT ini dalam menilai kondisi perekonomian. **















Discussion about this post