Balai Bahasa Kalbar juga telah memiliki 129 judul cerita bahasa daerah sejak tahun 2022 dan kembali meluncurkan 56 judul buku cerita berbahasa daerah di tahun 2025.
Uniawati mengakui menghadapi tantangan dalam pelaksanaan program, terutama terkait sumber daya dan dukungan yang belum sepenuhnya optimal. Namun, hal tersebut justru dijadikannya motivasi guna menyusun strategi yang lebih baik lagi ke depannya.
“Kami memastikan, program kebahasaan tetap berkelanjutan. Empat program prioritas pembinaan, pengembangan dan perlindungan bahasa Indonesia akan tetap dilanjutkan pada tahun 2026,” ujarnya.
Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia, Sefpri Kurniadi mengapresiasi pencapaian yang berhasil diraih oleh Balai Bahasa, utamanya dalam menjalankan tugas pembinaan bahasa dan sastra.
“Kami sangat mengapresiasi capaian kinerja Balai Bahasa Kalbar yang sangat konsisten, terarah dan terukur,” kata Sefri yang turut menghadiri kegiatan Taklimat Program Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2025 di Pendopo.
Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar, Chairil Effendy juga menilai pentingnya peran Balai Bahasa dalam menjaga identitas dan karakter bangsa melalui bahasa dan sastra.
“Bahasa dan sastra mencerminkan identitas dan karakter bangsa. Upaya pembinaan dan pelestarian bahasa daerah sangatlah penting, agar bahasa ibu tetap eksis dan tidak punah,” imbuhnya.
Chairil berharap, agar pencapaian Balai Bahasa Kalbar dapat terus ditingkatkan demi menjaga keberlangsungan bahasa daerah dan bahasa Indonesia. *












Discussion about this post