Menurut dia, walaupun harga beberapa kebutuhan pokok terus naik, harga beras naik, telur ras naik, cabe naik, tapi kenaikannya tidak terlalu tinggi. Saichudin berharap, upaya-upaya pemerintah ini terus berlanjut, terutama saat menjelang Lebaran, agar harga kebutuhan masyarakat bisa terkendali.
Begitu pula dengan tarif transportasi, diharapkan, meskipun ada kenaikan, tapi janganlah terlalu tinggi.”Seperti yang diimbau oleh pemerintah daerah agar tarif angkutan tidak naik tinggi, mungkin bisa dilakukan dengan menambah armada, sehingga ada keterjangkaun harga dari masyarakat,” imbuhnya.
BPS telah merilis berita resmi statistik, 1 April 2024 dengan memaparkan pergerakan inflasi di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 0,33 persen secara bulanan (mtm), sementara inflasi secara tahunan (yoy) berada di angka 2,51 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) sebesar 0,78 persen.
Momen Ramadhan disebut BPS, mempengaruhi permintaan barang dan jasa. Bulan suci yang dimulai pada minggu ke dua Maret 2024 turut mendorong terkereknya permintaan beberapa bahan pangan, seperti cabe rawit, cabe merah, telur ayam ras dan daging ayam ras.
“Bulan puasa ini, juga turut mempengaruhi penurunan minat masyarakat untuk berekreasi atau berkegiatan di luar rumah,” jelas Saichudin.
Penyumbang inflasi bulan Maret 2024 secara bulanan (mtm) adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,34 persen. Sementara komoditas penyumbang utama inflasi antara lain, beras, telur ayam ras, cabe rawit, daging ayam ras dan bawang putih.
Sedangkan penyumbang utama inflasi bulan Maret secara tahunan (yoy) adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 1,87 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah beras, sigaret kretek mesin (SKM), telur ayam ras, cabe rawit dan daging ayam ras.
BPS memantau, perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Di lima kabupaten/kota di Kalimantan Barat terjadi inflasi secara tahunan (yoy) sebesar 2,51 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,25 pada Maret 2023 menjadi 105,84 pada Maret 2024.
Seluruh kota IHK di Provinsi Kalimantan Barat yang berjumlah lima kabupaten/kota mengalami inflasi (yoy). Tertinggi terjadi di Kabupaten Ketapang sebesar 2,75 persen dengan IHK sebesar 106,76 dan terendah terjadi di Kota Pontianak sebesar 2,31 persen dengan IHK 105,46.**

















Discussion about this post