ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Jumat, November 6, 2026
Matrabisnis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi Bisnis

OJK Akhiri Kebijakan Stimulus untuk Dampak Covid-19

Matrabisnis by Matrabisnis
2 April 2024
in Ekonomi Bisnis
Reading Time: 4 mins read
A A
ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, OJK mengambil kebijakan memperpanjang stimulus lanjutan hingga 31 Maret 2024 yang mendukung segmen, sektor, industri dan daerah tertentu (targeted) melalui KDK No.34/KDK.03/2022. Kebijakan tersebut tetap disertai dorongan kepada perbankan untuk membentuk cadangan (buffer) yang memadai dalam memitigasi risiko-risiko yang mungkin timbul.

Mempertimbangkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, maka segmen UMKM, sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta alas kaki, dan Provinsi Bali menjadi target perpanjangan kebijakan stimulus lanjutan.

READ ALSO

Nilai Impor Kalbar Melambung, Naik 95,02 Persen

OJK Serahkan Dua Tersangka Kasus BPR DCN

Tentunya penerapan kebijakan yang mendukung segmen, sektor, industri dan daerah tertentu (targeted) ini diimbangi dengan penerapan aspek manajemen risiko yang lebih ketat (stringent) dan memperhatikan arah normalisasi kebijakan sejalan dengan yang dilakukan oleh negara-negara lain (common practices)  sehingga dapat mempersiapkan industri perbankan untuk kembali pada kondisi normal secara terkendali (soft landing) ketika stimulus berakhir.

UMKM Penerima Terbesar

ADVERTISEMENT

Selama empat tahun implementasi, pemanfaatan  stimulus restrukturisasi kredit ini telah mencapai Rp 830,2 triliun, yang diberikan kepada 6,68 juta debitur pada Oktober 2020, yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Sebanyak 75 persen dari total debitur penerima stimulus adalah segmen UMKM, atau sebanyak 4,96 juta debitur dengan total outstanding Rp 348,8 triliun.

Sejalan dengan pemulihan ekonomi yang terjadi, tren kredit restrukturisasi terus mengalami penurunan baik dari sisi outstanding maupun jumlah debitur. Pada Januari 2024, outstanding kredit restrukturisasi Covid-19 telah menurun signifikan menjadi sebesar Rp 251,2 triliun yang diberikan kepada 977 ribu debitur.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan, bahwa dalam menghadapi berakhirnya kebijakan stimulus Covid-19, OJK telah mempertimbangkan seluruh aspek secara mendalam yaitu dengan melihat kesiapan industri perbankan, kondisi ekonomi secara makro dan sektoral, serta menjaga kepatuhan terhadap standar internasional.

Berdasarkan evaluasi dan laporan uji ketahanan perbankan menjelang berakhirnya stimulus, potensi kenaikan risiko kredit (NPL) dan ketahanan perbankan diproyeksikan masih terjaga dengan sangat baik.

Outstanding kredit restrukturisasi Covid-19 perbankan terus mengalami penurunan namun tingkat pencadangan (CKPN) yang dibentuk Bank terus meningkat, melebihi periode sebelum pandemi. Kondisi ini merupakan cerminan kesiapan perbankan yang dinilai telah kembali pada kondisi normal secara terkendali (soft landing) mengakhiri periode stimulus.

Di sisi lain, seiring dengan pandemi yang mereda dan pencabutan status pandemi oleh Pemerintah, perekonomian Indonesia di hampir seluruh sektor juga kembali pulih dengan pertumbuhan 5,04 persen pada tahun 2023.

Dian menambahkan bahwa dengan mempertimbangkan hal-hal di atas, kebijakan stimulus OJK yang merupakan kebijakan sangat penting (landmark policy) dalam menjaga ketahanan sektor perbankan selama masa pandemi, berakhir sesuai dengan masa berlakunya. Kontribusi ini merupakan kisah keberhasilan (success story) kontribusi signifikan sektor perbankan menopang perekonomian nasional melewati periode pandemi.

ADVERTISEMENT

Untuk memastikan kelancaran normalisasi kebijakan tersebut, Bank tetap dapat melanjutkan restrukturisasi kredit Covid-19 yang sudah berjalan. Sedangkan permintaan restrukturisasi kredit baru dapat dilakukan dengan mengacu pada kebijakan normal yang berlaku yaitu POJK No. 40/2019 tentang Kualitas Aset.

Dengan demikian, integritas laporan keuangan perbankan, diharapkan akan semakin baik dan dapat sepenuhnya mengacu pada praktik terbaik yang berlaku (best practice) standar keuangan. Seiring dengan hal tersebut, OJK senantiasa melakukan langkah pengawasan (supervisory action) untuk memastikan kesiapan setiap bank secara individu. **

Page 2 of 2
Prev12
Tags: berakhirnya kebijakan stimulus restrukturisasi kredit perbankan untuk dampak Covid-19 pada 31 Maret 2024.Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana RaeKetua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penerimaan DJP Kalbar Tembus Rp 1,2 Triliun

Next Post

ASTON Pontianak Traktir Anak Yatim dan Dhuafa Belanja

Related Posts

Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Solid di Angka 5 Persen
Ekonomi Bisnis

Nilai Impor Kalbar Melambung, Naik 95,02 Persen

5 November 2026
OJK Serahkan Dua Tersangka Kasus BPR DCN
Ekonomi Bisnis

OJK Serahkan Dua Tersangka Kasus BPR DCN

4 November 2026
OJK Luncurkan PELITA  Syariah
Ekonomi Bisnis

OJK Luncurkan PELITA  Syariah

4 November 2026
OJK Terbitkan Peraturan Derivatif Keuangan dengan Aset Berupa Efek
Ekonomi Bisnis

OJK Serahkan Informasi Aliran Dana Aset DSI ke Bareskrim

3 November 2026
Indonesia Perkuat Kerjasama Pajak Global
Ekonomi Bisnis

Indonesia Perkuat Kerjasama Pajak Global

3 November 2026
Pelaku UMKM Diingatkan untuk Mengenali Uang Rupiah
Ekonomi Bisnis

Pelaku UMKM Diingatkan untuk Mengenali Uang Rupiah

2 November 2026
Next Post
ASTON Pontianak Traktir Anak Yatim dan Dhuafa Belanja

ASTON Pontianak Traktir Anak Yatim dan Dhuafa Belanja

Sinergi BPKP dan Kejaksaan akan Ungkap Kerugian Keuangan dan Perekonomian Negara

Sinergi BPKP dan Kejaksaan akan Ungkap Kerugian Keuangan dan Perekonomian Negara

Ngebuburide Uji Irit Asmo Kalbar Bersama Honda Revo

Ngebuburide Uji Irit Asmo Kalbar Bersama Honda Revo

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Nilai Impor Kalbar Melambung, Naik 95,02 Persen
  • SMARTFREN dan nubia Hadirkan Paket Bundling 5G
  • OJK Serahkan Dua Tersangka Kasus BPR DCN
  • Telkomsel Gratiskan Akses Internet Mahasiswa Untan ke Seluruh Aplikasi dan Layanan Internal Kampus
  • OJK Luncurkan PELITA  Syariah

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.

Pos-pos Terbaru

  • Nilai Impor Kalbar Melambung, Naik 95,02 Persen
  • SMARTFREN dan nubia Hadirkan Paket Bundling 5G
  • OJK Serahkan Dua Tersangka Kasus BPR DCN
  • Telkomsel Gratiskan Akses Internet Mahasiswa Untan ke Seluruh Aplikasi dan Layanan Internal Kampus
  • OJK Luncurkan PELITA  Syariah
  • Redaksi

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.