ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Selasa, Februari 17, 2026
Matrabisnis
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home News

ILO Prediksi Pasar Tenaga Kerja Global Semakin Memburuk

Matrabisnis by Matrabisnis
1 November 2022
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
Direktur Jenderal ILO, Gilbert F. Houngbo ingatkan memburuknya pasar tenaga kerja.(twitter)

Direktur Jenderal ILO, Gilbert F. Houngbo ingatkan memburuknya pasar tenaga kerja.(twitter)

ADVERTISEMENT

KRISIS ekonomi dan politik yang berlipat dan bertumpang tindih, berdampak pada peningkatan pengangguran serta ketimpangan yang mengancam pemulihan pasar tenaga kerja di seluruh dunia. Laporan terbaru ILO, organisasi perburuhan internasional menyebut pasar tenaga kerja global semakin memburuk secara signifikan pada kuartal terakhir tahun 2022.

Menurut laporan baru ILO kepada media, Selasa 31 Oktober 2022, mengungkapkan meningkatnya inflasi, menyebabkan upah riil terjerembab di banyak negara. Belum lagi, penurunan pendapatan yang signifikan selama krisis Covid-19, yang di banyak negara paling berdampak pada kelompok berpenghasilan rendah.

READ ALSO

Pentingnya Literasi Asuransi untuk Perlindungan Risiko

BI Perkuat Bauran Kebijakan, Jaga Stabilitas Makroekonomi

Sementara pemantauan ILO tentang dunia kerja, menemukan bahwa kondisi pasar tenaga kerja yang memburuk, mempengaruhi penciptaan lapangan kerja dan kualitas pekerjaan, juga memperlihatkan “sudah adanya data yang menunjukkan perlambatan tajam pasar tenaga kerja.”

“Ketimpangan pasar tenaga kerja kemungkinan akan meningkat, berkontribusi pada divergensi yang berkelanjutan antara perekonomian maju dan berkembang,” kata Direktur Jenderal ILO, Gilbert F. Houngbo.

Menurut Pemantauannya, serangkaian krisis yang tumpang tindih, yang diperparah oleh perang Ukraina dan dampak negatif lanjutannya, telah terjadi selama tahun 2022, yang sangat berdampak pada dunia kerja. Efeknya terasa melalui inflasi makanan dan energi, penurunan upah riil, meningkatnya ketimpangan, menyusutnya pilihan kebijakan dan utang yang semakin tinggi di negara-negara berkembang.

ADVERTISEMENT

Perlambatan pertumbuhan ekonomi dan permintaan agregat juga akan mengurangi permintaan pekerja, karena ketidakpastian dan ekspektasi yang memburuk mempengaruhi perekrutan.

ADVERTISEMENT

“Mengatasi situasi ketenagakerjaan global yang sangat mengkhawatirkan ini, dan mencegah penurunan pasar tenaga kerja global yang signifikan, akan membutuhkan kebijakan yang komprehensif, terintegrasi dan seimbang baik secara nasional maupun global,” imbuh Gilbert F. Houngbo.

“Kita membutuhkan implementasi perangkat kebijakan yang luas, termasuk intervensi dalam harga barang publik, penyaluran kembali keuntungan rejeki nomplok, memperkuat jaminan pendapatan melalui perlindungan sosial, meningkatkan dukungan pendapatan dan langkah-langkah yang ditargetkan untuk membantu orang dan perusahaan yang paling rentan,” katanya.

Houngbo menegaskan, membutuhkan komitmen kuat untuk inisiatif seperti akselerator global PBB tentang pekerjaan dan perlindungan sosial, yang akan membantu negara-negara menciptakan 400 juta pekerjaan, dan memperluas perlindungan sosial kepada empat miliar orang, yang saat ini tidak terlindungi.

“Dan dengan cepat mengakhiri konflik di Ukraina, seperti yang dituntut dalam resolusi Badan Pimpinan ILO, akan lebih lanjut berkontribusi untuk memperbaiki situasi ketenagakerjaan global,” tutur Houngbo.

Pada awal tahun 2022, jumlah jam kerja global telah pulih dengan kuat, terutama pada pekerjaan dengan keterampilan lebih tinggi dan di kalangan perempuan. Namun, pendorongnya adalah peningkatan pekerjaan informal, yang membahayakan tren formalisasi selama 15 tahun.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Direktur Jenderal ILOGilbert F. Houngboilopasar tenaga kerja globalpengangguransemakin memburuk
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia Diprediksi Aman dari Ancaman Resesi

Next Post

Pesta Hallowen Paling Mematikan di Itaewon

Related Posts

Pentingnya Literasi Asuransi untuk Perlindungan Risiko
News

Pentingnya Literasi Asuransi untuk Perlindungan Risiko

14 Februari 2026
BI Perkuat Bauran Kebijakan, Jaga Stabilitas Makroekonomi
News

BI Perkuat Bauran Kebijakan, Jaga Stabilitas Makroekonomi

13 Februari 2026
AHM Buka Pendaftaran Mudik dan Balik Bareng Honda
News

AHM Buka Pendaftaran Mudik dan Balik Bareng Honda

13 Februari 2026
Pemerintah dan Pemimpin Dunia Usaha Tegaskan Komitmen Majukan RBC
News

Pemerintah dan Pemimpin Dunia Usaha Tegaskan Komitmen Majukan RBC

13 Februari 2026
BPKP Kalbar Soroti Fenomena Fuel Tourism Hingga Potensi Pendapatan Daerah dari PETI
News

BPKP Kalbar Soroti Fenomena Fuel Tourism Hingga Potensi Pendapatan Daerah dari PETI

12 Februari 2026
DJP Kalbar Serahkan Tersangka Tindak Pidana Perpajakan ke Kejaksaan
News

DJP Kalbar Serahkan Tersangka Tindak Pidana Perpajakan ke Kejaksaan

11 Februari 2026
Next Post
Pesta Hallowen Paling Mematikan di Itaewon

Pesta Hallowen Paling Mematikan di Itaewon

Jembatan Gantung di India Ambruk, 137 Orang Tewas

Jembatan Gantung di India Ambruk, 137 Orang Tewas

Arab Saudi Rayakan Pesta Hallowen, Maulid Masih Dilarang

Arab Saudi Rayakan Pesta Hallowen, Maulid Masih Dilarang

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • SATSPAM+ dari IM3 Hadirkan Perlindungan WhatsApp Call Pertama di Indonesia
  • Pentingnya Literasi Asuransi untuk Perlindungan Risiko
  • XLSMART Raih Pertumbuhan Double Digit di 2025
  • BI: Kinerja Ekonomi Kalbar Mengalami Percepatan
  • BI Perkuat Bauran Kebijakan, Jaga Stabilitas Makroekonomi

Arsip

  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.

Kategori

  • ADVERTORIAL
  • Bursa
  • Digital
  • Ekonomi Bisnis
  • Entertainment
  • Film
  • Internasional
  • Kedai
  • Kesehatan
  • Komoditi
  • Lifestyle
  • Musik
  • News
  • OPINI
  • Otomotif
  • PROMOTED
  • Properti
  • Sosok
  • Sport
  • Tak Berkategori
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • SATSPAM+ dari IM3 Hadirkan Perlindungan WhatsApp Call Pertama di Indonesia
  • Pentingnya Literasi Asuransi untuk Perlindungan Risiko
  • XLSMART Raih Pertumbuhan Double Digit di 2025
  • BI: Kinerja Ekonomi Kalbar Mengalami Percepatan

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.