Nilai impor Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) melambung tinggi hingga terkerek 95,02 persen pada September 2026 dibandingkan bulan sebelumnya pada Agustus 2026, yaitu dari 122,46 juta dolar Amerika menjadi 238,82 juta dolar Amerika.
Jika dibandingkan secara kumulatif pada periode Januari hingga September 2026 terhadap periode yang sama tahun 2025, nilai impor ini, naik sebesar 119,75 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat, Muh Saichudin dalam rilis BRS awal November kemarin mengungkapkan, produk impor terbesar yang masuk ke provinsi ini adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (HS84), mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS85) serta barang dari batu, semen, asbes atau mika (HS68) .
Ketiga barang impor tersebut masing-masing menyumbang 52,18 persen, 11,69 persen dan 9,23 persen, dengan total kontribusi mencapai 73,10 persen atau senilai 174,57 juta dolar Amerika.
Tiga golongan barang lainnya penyumbang impor Kalbar pada September 2026 adalah bahan bakar mineral (HS27), barang dari besi dan baja (HS73) serta pupuk (HS31) masing-masing menyumbang 7,38 persen, 71,12 persen dan 3,06 persen, ketiganya memberi andil impor Kalbar sebesar 17,56 persen terhadap total impor daerah ini, senilai 41,93 juta dolar Amerika.
Sementara negara pemasok impor terbesar di Kalbar adalah Tiongkok, Malaysia dan Rusia, masing-masing 77,82 persen, 15,64 persen dan 2,67 persen. Total nilainya sebesar 229,58 juta dolar Amerika atau mencapai angka 96,13 persen dari keseluruhan nilai impor Kalbar.
Berbanding terbalik dengan impor barang, nilai ekspor Kalbar pada September 2026 hanya naik tipis di angka 2,07 persen dibanding bulan Agustus 2026, yakni dari 221,08 juta dolar Amerika menjadi 225,65 juta dolar Amerika.
Dan jika dibandingkan secara kumulatif ekspor di periode Januari hingga September 2026 terhadap periode yang sama tahun 2026, hanya terjadi kenaikan sebesar 12,47 persen.









Discussion about this post