Tiga barang unggulan ekspor Kalbar pada September 2026 adalah bahan kimia anorganik (HS28), lemak dan minyak hewan/nabati (HS15 serta berbagai produk kimia (HS38), masing-masing berkontribusi 53,02 persen, 37,02 persen dan 3,50 persen.
Produk unggulan Kalbar ini menuju tiga negara tujuan ekspor terbesar pada September 2026 adalah Mesir, Tiongkok dan Malaysia, masing-masing nilainya 44,41 juta dolar Amerika, 26,07 juta dolar Amerika dan 24,23 juta dolar Amerika dengan total kontribusi senilai 94,71 juta dolar atau 41,97 persen.
Sementara tiga golongan barang unggulan berikutnya, adalah karet serta barang dari karet (HS40), ampas/sisa industri makanan (HS23) serta bahan anyaman nabati (HS14), masing-masing menyumbang 2,05 persen, 1,07 persen dan 0,92 persen. Ketiganya berkontribusi sebesar 4,04 persen terhadap total ekspor Kalbar atau senilai 9,12 juta dolar Amerika.
“Jika dibandingkan bulan Agustus 2026, ekspor Kalbar ke negara Mesir dan Malaysia mengalami penurunan, masing-masing sebesar 4,56 persen dan 58,09 persen. Sedangkan ke negara Tiongkok naik sebesar 75,09 persen,” jelas Saichudin.
Selain Mesir, Tiongkok dan Malaysia, tujuan ekspor Kalbar juga didominasi negara kawasan Asia dengan kontribusi 72,54 persern. Sedangkan kontribusi terhadap total ekspor ke negara utama lainnya, yaitu Belanda dan Italia tercatat sebesar 15,75 persen.
Dari pergerakan aktivitas ekspor impor tersebut, BPS mencatat neraca perdagangan Kalbar pada September 2026 defisit sebesar 13,17 juta dolar Amerika, melandai di angka 113,35 persen dibandingkan bulan Agustus.
“Namun secara kumulatif dari Januari hingga September 2026, neraca perdagangan Kalbar surplus sebesar 621,71 juta dolar Amerika,” kata Saichudin. **









Discussion about this post