Sebanyak 14 mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak berhasil lolos sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026 Batch 2. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Untan sekaligus membuka peluang bagi para mahasiswa untuk mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab di lingkungan kampus.
Keberhasilan tersebut terbilang istimewa. Dari lebih dari 85.000 pendaftar yang berasal dari 2.094 perguruan tinggi di Indonesia, hanya sekitar 2.000 mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti program GSA 2026 Batch 2, termasuk 14 mahasiswa Untan.
Keempat belas mahasiswa itu berasal dari berbagai program studi, mulai dari Teknik Sipil, Manajemen, Informatika, Akuntansi, Ilmu dan Teknologi Pangan, Agroteknologi, Pendidikan Bahasa Inggris, Hubungan Internasional, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, hingga Statistika.
Keberagaman latar belakang akademik tersebut menunjukkan bahwa pemahaman dan pemanfaatan AI kini semakin relevan bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, baik untuk mendukung proses pembelajaran maupun mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Di antara mahasiswa yang berhasil lolos, Nasywa Rizqa Aulia, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil angkatan 2023, dan Andika Yoga Prasetya dari Program Studi Manajemen angkatan 2025, menjadi dua sosok yang memiliki semangat serupa dalam memanfaatkan kesempatan tersebut.
Bagi Nasywa, Google Student Ambassador bukan sekadar kesempatan untuk mengenal teknologi lebih jauh, tetapi juga menjadi ruang untuk menghadirkan manfaat bagi orang lain melalui pemanfaatan AI.
Sementara bagi Andika, program ini merupakan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan tentang kecerdasan artifisial sekaligus membagikan pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa lainnya.
Meski berasal dari bidang studi yang berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong pemanfaatan teknologi secara positif agar dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan akademik.
Perjalanan menjadi Google Student Ambassador tidak diraih secara instan. Para peserta harus melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari pembuatan konten bertema Google AI, wawancara melalui rekaman mandiri atau self-recorded interview, hingga pengumuman hasil seleksi pada 1 Oktober 2026.
Bagi Nasywa, salah satu tantangan terbesar adalah menyusun materi wawancara berdurasi empat menit. Ia harus mampu menyampaikan gagasan secara padat, jelas, dan menarik tanpa melewati batas waktu yang ditentukan.
Sementara itu, Andika menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara kewajiban perkuliahan dan berbagai tahapan seleksi. Ia harus menyelesaikan sejumlah misi, termasuk merancang proyek kontribusi serta membuat video Gemini Challenge dalam waktu yang relatif singkat.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, keduanya mempersiapkan diri dengan mempelajari Google Gemini beserta berbagai fitur yang tersedia. Pengalaman mengikuti organisasi, kepanitiaan, dan kegiatan kemahasiswaan juga menjadi bekal penting dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kolaborasi.
Setelah dinyatakan lolos, para peserta akan menjalankan peran sebagai Google Student Ambassador hingga Januari 2027. Keberhasilan lolos sebagai GSA 2026 Batch 2 disambut dengan rasa syukur dan antusiasme oleh Nasywa maupun Andika.












Discussion about this post