6th Indonesian Palm Oil Smallholder Conference (IPOSC) & Conference 2026 merupakan forum edukasi dan informasi yang diinisiasi oleh Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) dan diselenggarakan oleh Media Perkebunan setiap tahun yang lahir dari inisiatif petani sawit Indonesia dalam mencari pengetahuan mengenai bagaimana melakukan budidaya kelapa sawit yang benar dan baik.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara petani, pembuat kebijakan, pelaku usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan untuk membahas industri kelapa sawit secara menyeluruh berdasarkan data, regulasi, teknologi, dan praktik budidaya di lapangan.
Ketua Panitia 6th IPOSC 2026, Hendra J. Purba, menjelaskan bahwa keberadaan pameran dalam IPOSC juga memiliki tujuan edukatif, khususnya memperkenalkan teknologi dan solusi yang dapat mendukung peningkatan produktivitas perkebunan tanpa harus melakukan ekspansi lahan.
Teknologi yang diperkenalkan antara lain berkaitan dengan penggunaan bibit unggul, sarana produksi, mekanisasi, serta berbagai teknologi pendukung produktivitas perkebunan.
IPOSC adalah acara rutin dimana tahun lalu telah diadakan di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kemudian, tahun ini direncanakan tanggal 22-23 September, sudah dirancang jauh-jauh hari, bukan acara mendadak. Penentuan waktu sudah dirancang satu tahun sebelumnya.
IPOSC pertama kali diadakan di Pontianak, kedua di Palembang, ketiga di Jambi, keempat di Pontianak, ke lima di Kubu Raya dan keenam kembali di Kubu Raya. Pembiayaan acara tidak menggunakan dana APBN pusat maupun APBD provinsi dan kabupaten. Pembiayaan mengandalkan peserta konferensi dan pameran.
“Pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten kami libatkan sebagai narasumber kebijakan pemerintah terkait petani kelapa sawit. Kebijakan pemerintah sangat penting dan menentukan seperti Peremajaan Sawit Rakyat, Sarana dan Prasarana, Pengembangan Sumber Daya Manusia dan lain-lain. Petani perlu tahu kebijakan pemerintah yang menyangkut usahanya,” katanya.
Dalam beberapa bulan terakhir, kebakaran hutan dan lahan melanda beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kalbar.









Discussion about this post