Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang dihelat Bank Indonesia (BI) di Hall A dan B JICC Jakarta selama empat hari 20-23 Agustus 2026 menargetkan omset dan business matching ekspor sebesar Rp 446,9 miliar serta business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau sebesar Rp 212,8 miliar.
BI menyampaikan, ketahanan perekonomian dan stabilitas sistem keuangan perlu terus ditransformasikan menjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.
“Intermediasi berperan penting untuk memastikan kapasitas pembiayaan di sektor keuangan mengalir kepada sektor produktif, mendukung ekspansi usaha, serta mendorong penciptaan lapangan kerja. Salah satu upaya Bank Indonesia untuk mendorong UMKM naik kelas, adalah melalui inisiasi Gerakan Korporasi Gandeng UMKM,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, saat membuka talkshow bertajuk “Akselerasi Intermediasi Mendorong Kemitraan Korporasi dan UMKM Naik Kelas”, di JICC Jakarta pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Talkshow digelar sebagai rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, gelaran Bank Indonesia bersinergi dengan otoritas dan penggiat UMKM. KKI 2026 mengangkat semangat Beudaya Meusare Sare yang artinya Berdaya Bersama-sama.
Penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong intermediasi yang semakin produktif sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi. “UMKM yang tumbuh, dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi baru Indonesia,” ujar Thomas.
Untuk itu, UMKM perlu terus didorong meningkatkan produktivitas, memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, dan terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas.
Gerakan Korporasi Gandeng UMKMÂ menghubungkan UMKM dengan rantai pasok dan rantai nilai korporasi melalui kemitraan. Akses pasar, jaringan, teknologi, pengalaman, dan standar usaha yang dimiliki korporasi dapat menjadi pengungkit bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas usaha.
Kemitraan tersebut juga membuka akses pasar dan pembiayaan yang lebih luas sehingga UMKM dapat terus berkembang dan naik kelas.
Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat optimisme, kolaborasi, dan aksi nyata. Sinergi ini akan mendukung terwujudnya ekosistem di mana usaha kecil memiliki ruang untuk menjadi besar, korporasi tumbuh bersama mitra usahanya, dan pembiayaan mengalir kepada kegiatan ekonomi yang semakin produktif.









Discussion about this post