Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Barat (Kalbar) tengah berlangsung. Kegiatannya resmi dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar menegaskan, bahwa data-data responden yang diinput oleh petugas sensus dijamin keamanannya.
“Kami sepenuhnya menjamin kerahasiaan data individu, sesuai aturan perundang-undangan, yakni Undang-Undang Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik, yang mewajibkan BPS menjaga kerahasiaan informasi responden,” tegas Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin saat konferensi pers BRS (Berita Resmi Statistik) pada Rabu 1 Juli 2026 di Pontianak.
Ia menjelaskan, bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan penyelenggaraan yang ke lima yang digelar setiap 10 tahun sekali. Sebelumnya Sensus Ekonomi telah dilakukan pada tahun 1986, 1996, 2006 dan 2016.
Sensus ekonomi 2026 akan mencatat seluruh akitivtas usaha di Tanah Air, guna memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi dunia usaha dan sosial ekonomi masyarakat. Cakupannya, adalah berbagai usaha dari mikro, kecil, menengah hingga besar dan juga aktivitas ekonomi rumah tangga.

“Masyarakat jangan takut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan petugas sensus yang terkait dengan perekonomian. Data-data ini tidak terkait dengan perpajakan. Ini murni untuk menjadi acuan pemerintah dalam menyusun kebijakan sekaligus dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha, akademisi, investor hingga lembaga penelitian guna memahami dinamika ekonomi Indonesia,” tutur Saichudin.
Ia menjelaskan, bahwa sensus ekonomi memiliki fungsi seperti rekam medis yang menggambarkan kondisi perekonomian secara menyeluruh, sehingga pemerintah dapat memahami kondisi riil, sebelum menetapkan berbagai kebijakan strategis.
“Hasil data yang terhimpun nantinya merupakan data secara global, bukan per individu. Ini akan menjadi gambaran utuh potret perekonomian Kalbar,” kata Saichudin.









Discussion about this post