Ia memberi jaminan seluruh data yang dikumpulkan hanya akan digunakan untuk kepentingan statistik. Data responden dilindungi sepenuhnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Karenanya masyarakat tidak perlu ragu memberikan informasi kepada petugas.
“Data yang dihimpun tidak akan diserahkan kepada otoritas perpajakan maupun digunakan sebagai dasar pungutan lainnya,” tegas Saichudin.
Menurutnya, data yang terhimpun nantinya akan memberikan manfaat luar biasa kepada masyarakat. Masyarakat akan terdata. Artinya, mereka akan punya suara untuk kebijakan dan mendapatkan intervensi kebijakan dari pemerintah.
Akurasi data hasil sensus akan menjadi instrumen penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran. “Sensus Ekonomi 2026 merupakan bentuk komitmen kolektif antara BPS, pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga masyarakat untuk memotret kondisi ekonomi riil sebagai fondasi perencanaan pembangunan,” katanya.
Di wilayah Kalimantan Barat, BPS telah menerjunkan sebanyak 4.701 orang yang bertugas melakukan pendataan di 14 kabupaten/kota. Hingga awal Juli, progres pelaksanaannya telah mencapai angka 17,19 persen.
BPS memastikan keamanan data Sensus Ekonomi 2026 menjadi salah satu prioritas selama proses pendataan. Untuk memperkuat perlindungan data responden, BPS telah menerapkan standar keamanan informasi ISO 27001 dan bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Sistem pengamanan telah diterapkan sejak data diinput petugas lapangan dan tersimpan di pusat data BPS. Sementara pada pendataan menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI), petugas menginput jawaban responden melalui aplikasi FASIH yang dikembangkan oleh BPS. Data yang telah diinput langsung dikirim ke server BPS.
Hasil Sensus Ekonomi 2026, nantinya akan menghasilkan berbagai informasi strategis, antara lain jumlah dan karakteristik pelaku usaha di seluruh Indonesia. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional. Peta persebaran aktivitas ekonomi hingga tingkat wilayah. Profil sektor ekonomi kreatif berdasarkan subsektor dan lokasi usaha dan potret kondisi ekonomi rumahtangga sebagai bagian dari struktur ekonomi nasional. **









Discussion about this post