Komoditas makanan, utamanya beras masih menjadi penyumbang utama inflasi di Kalimantan Barat (Kalbar). Pergerakan inflasi di daerah ini, pada Juni 2026 terdata sebesar 3,28 persen secara tahunan (yoy), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,24.
Dalam konferensi pers Rilis BRS (Berita Resmi Statistik) yang digelar BPS pada Rabu 1Juli, dipaparkan bahwa angka inflasi kali ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, maupun Juni 2025. Namun inflasi tahunan Juni 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan pada Juni 2025.
” Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juni 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Selama Januari–Juni 2026, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memiliki frekuensi yang lebih sering sebagai komoditas penyumbang inflasi, baik secara bulanan (mtm) maupun tahun kalender (ytd),” jelas Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin, S.Si, M.Si.
Pergerakan inflasi secara bulanan (mtm) tertinggi di provinsi ini terjadi di Kota Singkawang sebesar 0,46 persen dan terendah di Kabupaten Kayong Utara sebesar 0,20 persen. Sementara tingkat inflasi secara tahunan (yoy) tertinggi terjadi di Sintang sebesar 3,71 persen dan terendah di Kota Singkawang dengan angka 2,923 persen.










Discussion about this post