Saichudin menjelaskan, pada Juni 2026, inflasi bulanan (mtm) sebesar 0,31 persen dan inflasi tahunan (yoy) 3,28 persen, dengan penyumbang utama mtm adalah kelompok transportasi dengan andil 0,18 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini, adalah angkutan udara, bensin dan pelumas atau oli mesin.
“Penyumbang utama inflasi Juni 2026 secara yoy adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,55 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini, adalah beras, ikan baung, minyak goreng, ikan nila, dan cabai rawit,” kata Saichudin.
Hingga Juni 2026 (Semester I-2026) inflasi tahun kalender (ytd) tercatat sebesar 2,24 persen. Penyumbang utama inflasi Juni 2025 (ytd) adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil inflasi 0,94 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini, adalah minyak goreng, ikan segar, beras, gula pasir, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM).
Menurut Saichudin, pada Juni 2026, seluruh kota IHK yang berjumlah lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat, mengalami inflasi secara tahunan (yoy). Tertinggi terjadi di Sintang sebesar 3,71 persen dengan IHK sebesar 110,96, sedangkan inflasi yoy terendah terjadi di Kota Singkawang sebesar 2,93 persen dengan IHK sebesar 110,31. **










Discussion about this post