Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi 2026 yang jatuh pada 22 April setiap tahunnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) berkolaborasi bersama Yayasan Prakarsa Alam Indonesia (Pranaraya) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar menggelar rangkaian kegiatan peresmian Hari Bumi di Pontianak, sekaligus peluncuran Yayasan Pranaraya serta Expo Produk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).
Kegiatan bertajuk Sinergi untuk Bumi ini digelar di Hotel Tulip Pontianak, Jumat 24 April 2026 dan dibuka langsung oleh Wagub Kalbar, Krisantus Kurniawan dengan pemukulan gong, disaksikan Direktur Yayasan Pranaraya, Rahmawati, S.Hut, M.Hut.
Kegiatan ini juga diisi dengan Dialog Lintas Generasi dan Profesi untuk Menjaga Bumi, menampilkan Founder Pranaraya, Dr Sugardjito, Peneliti dari BRIN, Prof Dr. Ir Enny Sudarmonowati, dari BKSDA, Murlan Dameria Pane, S.Hut, M.Si, dari DLHK, Ir. H. Adi Yani, MH, dan Direktur Pranaraya, Rahmawati dengan moderator Ryan Avriandi.
Rahamawati, Direktur Pranaraya menyampaikan, bahwa peluncuran yayasan yang dipimpinnya ini diharapkan dapat menjadi penguat kolaborasi dalam upaya menjaga lingkungan.

“Lembaga ini merupakan entitas baru, yang akan melanjutkan kerja-kerja konservasi Fauna & Flora International (FFI) yang selama ini telah berjalan di Kalimantan Barat. Entitas ini masih berafiliasi dengan FFI dan menjadi bagian dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan kolaboratif,” tuturnya.
FFI di Kalimantan Barat telah aktif sejak tahun 2006 dengan program-program konservasi berbasis sains berkolaborasi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), sektor swasta serta masyarakat guna melindungi hutan desa dan satwa liar.
Bermarkas di Kabupaten Ketapang, Kalimanan Barat, Pranaraya akan fokus melanjutkan kerja-kerja FFI, utamanya pada bentang alam untuk menjaga keanekaragaman hayati dari ancaman deforestasi. Saat ini Pranaraya fokus di dua kabupaten, yakni Ketapang dan Kayong Utara
Dia berharap dengan kehadiran Pranaraya yang diawali dengan bibit, akan menjadi pohon yang besar yang melindungi bumi, sehingga tetap enak ditinggali sebagai rumah bersama.
“Ke depan, kita tetap akan melanjutkan sejumlah program, seperti reboisasi dan pengamanan kawasan hutan melalui kerjasama lintas sektor,” imbuh Rahmawati.
Wagub Kalbar, Krisantus menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Yayasan Pranaraya yang melanjutkan kerja FFI dalam upaya menjaga bumi dan pelestarian alam. Ia menyatakan dukungannya terhadap para pecinta hutan, penjaga lingkungan yang dinilainya semakin berat, lantaran berhadapan dengan banyak kepentingan yang cenderung bisa merusak hutan.














Discussion about this post