“Investasi semakin banyak, yang kalau tidak dikendalikan akan berdampak pada perusakan lingkungan. Ini yang harus tetap kita jaga, agar hutan dan lingkungan kita tetap aman,” tegasnya.
Ia berkata, pentingnya pengawasan lingkungan dan pengendalian investasi demi menjaga kelestarian hutan. Untuk itu, setiap perusahaan harus menjaga lingkungan dengan melakukan penanaman kembali.
Hutan Kalimantan Barat sangat luas, tapi kini luasannya semakin berkurang, apalagi dengan antusiasmenya para investor masuk ke Kalbar untuk menanamkan modal. Ingin mengeruk hasil bumi. Ini menjadi tantangan bagi pecinta hutan, pejuang benua kelestarian hutan.
“Kalbar ini emasnya banyak, bauksit banyak, batubara ada, bijih besi ada, pasir kuarsa silika ada, uranium ada. Hampir semua jenis logam ada di perut bumi Kalimantan Barat,” kata Krisantus.

Ia menilai, masih banyak pelaku usaha yang tidak memperhatikan dampak lingkungan. Ada lebih dari 500 perusahaan pertambangan di daerah ini. Sebanyak 60.400 hektar hutan yang digali. Kemudian ada 600 an perusahaan perkebunan.
“Di satu sisi, kita harus pertahankan eksistensi dan pelestarian hutan, tapi di sisi lain banyak pihak yang berupaya untuk mengeruk hasil bumi dengan membongkar dan mengobrak abrik hutan. Ini dua sisi mata uang yang pasti bersentuhan, yang membuat para pembuat kebijakan galau. Kepala daerah tentu ingin pendapatan daerahnya meningkat, namun berbenturan dengan kepentingan rakyat, sementara hutan wajib dijaga,” kata Wagub.
Krisantus bilang, dulu di jaman pemerintahan Orde Baru, tidak pernah terjadi kebakaran hutan. Jaman itu, 80 persen masyarakat pedalaman berladang. Dan dalam pengelolaan lahan sawahnya juga dengan cara membakar lahan, tapi tidak terjadi kebakaran hutan, yang besar yang masif seperti sekarang.
“Kini rakyat di daerah pedalaman tinggal 10 persen saja yang berladang, tapi kenapa terjadi kebakaran hutan. Itu akibat terjadi benturan kepentingan, antara penggiat pelestarian hutan dan investasi perkebunan, pertambangan yang tidak bisa dielakkan,” ujarnya.
Wagub Krisantus mengatakan, pemerintah akan berupaya membuat kebijakan yang seimbang dengan menertibkan investor-investor yang masuk, agar dapat mengendalikan dampak lingkungan dan jangan sampai merusak hutan.
Ia menyampaikan harapannya kepada para pencinta hutan, untuk tetap semangat melestarikan hutan, semangat menjaga alam dan semangat tinggal di hutan. **














Discussion about this post