Peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah menunjukkan tren yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), tingkat literasi keuangan syariah meningkat signifikan dari 9,14 persen pada tahun 2022 menjadi 43,42 persen pada tahun 2025.
Selain itu, tingkat inklusi keuangan syariah turut mengalami peningkatan dari 12,12 persen pada tahun 2022 menjadi 13,41 persen pada tahun 2025. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah oleh masyarakat.
“Peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah menjadi faktor penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah yang aman, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah,” ujar Kepala OJK Provinsi Kalimantan Barat Rochma Hidayati.
Ia mengungkapkan itu dalam talkshow bertajuk GERAK Syariah: Sharia Leadership for Impact – Memperkuat Literasi, Inklusi, dan Ekosistem Industri Halal di Kalimantan Barat yang diselenggarakan OJK Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kalimantan Barat di Pontianak, Kamis.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) yang dikolaborasikan dengan National Halal Fair serta Pre-event RABBANI Khatulistiwa Tahun 2026, sebagai upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah sekaligus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi syariah di daerah.
Menurut Rochma, penguatan sektor keuangan syariah tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, serta pelaku usaha.









Discussion about this post