“Di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung, perekonomian Indonesia dan Kalimantan Barat tetap menunjukkan kinerja yang terjaga, didukung oleh konsumsi masyarakat, aktivitas investasi, dan pelaksanaan program pembangunan yang berkesinambungan,” ujar Rahmat.
Ia menyatakan, APBN terus berperan dalam menumbuhkan ekonomi melalui dukungan terhadap aktivitas produktif dan investasi, melindungi masyarakat dengan menjaga daya beli serta memperluas akses layanan dasar, dan tetap kredibel melalui pengelolaan fiskal yang sehat, efektif, dan berkelanjutan.
Menurut Rahmat, sinergi yang semakin kuat antara APBN dan APBD di Kalimantan Barat, turut memperkuat efektivitas kebijakan fiskal dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mendukung percepatan pencapaian berbagai program prioritas nasional.
“Kolaborasi tersebut tercermin dalam dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program gizi, pendidikan, dan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” imbuhnya.
Ke depan, Kemenkeu Satu Kalimantan Barat bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat koordinasi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan anggaran agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan. **












Discussion about this post