Ia menyebut, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terus diperkuat, sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi desa dan pemerataan pembangunan.
Berdasarkan data SIMKOPDES, hingga 30 September 2026, telah terbentuk 2.143 koperasi di Kalimantan Barat, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Sintang (406 koperasi), Kabupaten Kapuas Hulu (282 koperasi), dan Kabupaten Ketapang (260 koperasi).
KDMP telah mencatat volume transaksi sebanyak 508.119 transaksi dengan nilai transaksi mencapai Rp5,35 miliar, menunjukkan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat melalui kelembagaan koperasi sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal.
Usulan Program Kampung Nelayan di Kalimantan Barat pada tahun 2026 mencakup 23 kampung nelayan yang tersebar di 8 kabupaten/kota, yaitu Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Kapuas Hulu.
Hingga Oktober 2026, telah direalisasikan anggaran sebesar Rp6,06 miliar untuk mendukung kegiatan pengelolaan, perlindungan, dan pemberdayaan nelayan melalui skema Bantuan Kelompok Masyarakat.
“Program ini diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, memperkuat kapasitas usaha dan kelembagaan nelayan, serta mendukung pengembangan kawasan perikanan yang berkelanjutan,” kata Rahmat.**











Discussion about this post