Pada aspek transportasi dan fasilitas ramah pejalan kaki, Untan memiliki trotoar serta koridor penghubung antargedung yang dinilai memadai untuk mendukung mobilitas pejalan kaki di lingkungan kampus.Fasilitas parkir kendaraan bagi penyandang disabilitas juga telah tersedia di sejumlah titik di kawasan kampus.
Tidak hanya infrastruktur, penilaian keberlanjutan juga dilakukan melalui aspek pendidikan, penelitian, dan aktivitas mahasiswa.
”Tim UI GreenMetric Untan mendata kurikulum yang diterapkan di berbagai program studi. Dari proses tersebut, ditemukan sejumlah mata kuliah yang mengangkat tema keberlanjutan di beberapa fakultas. Selain melalui pendidikan, sejumlah dosen Untan juga melakukan penelitian yang berkaitan dengan isu keberlanjutan. Di tingkat mahasiswa, berbagai kegiatan dengan tema serupa juga telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025 hingga 2026.” tambah Irwan.
Irwan menegaskan, peningkatan peringkat tersebut tidak membuat Untan berhenti melakukan pembenahan. Sebaliknya, capaian ini menjadi bagian dari proses untuk memperkuat komitmen kampus dalam menerapkan prinsip keberlanjutan secara lebih menyeluruh.
”Untan, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program yang mendukung keberlanjutan di lingkungan kampus. Salah satunya melalui program EcoVibes yang mulai dijalankan pada akhir tahun ini.
Program EcoVibes akan diarahkan untuk mendukung pemenuhan berbagai indikator dalam pemeringkatan UI GreenMetric. Sejumlah kegiatan yang direncanakan antara lain pelatihan pertolongan pertama atau first aid, konservasi ayam khas Kalimantan Barat, serta berbagai kegiatan lain yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan,” pungkasnya,
Dengan berbagai langkah tersebut, peningkatan posisi Untan dari peringkat 64 hingga masuk 50 besar UI GreenMetric tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya keberlanjutan, bukan hanya dalam pembangunan fisik kampus, tetapi juga dalam proses pendidikan, penelitian, kegiatan mahasiswa, serta kehidupan sehari-hari seluruh sivitas akademika.
Capaian tersebut sekaligus menunjukkan ,bahwa upaya menuju kampus berkelanjutan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pimpinan, dosen, mahasiswa, hingga seluruh warga kampus. **









Discussion about this post