“Melihat kondisi orangutan separah ini, kami hampir tidak percaya bagaimana ia masih mampu bertahan hidup. Kami menduga kondisi kekurangan makanan yang berkepanjangan, kemungkinan selama berminggu-minggu sejak kebakaran mulai di areanya pada 2 bulan lalu, yang telah menyebabkan kondisi tubuhnya semakin memburuk hingga mengalami anemia berat,” kata Karmele.
“Kami masih berharap ia dapat bertahan hidup. Saat ini, prioritas kami adalah menstabilkan kondisinya, memberikan nutrisi dan perawatan intensif, serta memastikan anaknya juga mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan. Semoga keduanya masih memiliki kesempatan untuk pulih dan suatu hari nanti kembali hidup di alam,” katanya lagi.
Setelah evakuasi di Penjalaan, tim gabungan juga menindaklanjuti laporan warga mengenai perjumpaan orangutan di Desa Padu Banjar. Tim juga menggunakan senapan bius untuk bisa mengevakuasi orangutan ini dengan aman. Setelah orangutan ini terbius tim segera melakukan pemeriksaan kondisi fisiknya.
Tim menemukan microchip, yang menunjukan bahwa orangutan ini sudah pernah dievakuasi sebelumnya dari hutan yang sama pada tahun 2022.
“Kemungkinan orangutan ini yang telah dievakuasi dan dilepaskan kembali pada tahun 2022 menunjukkan, bahwa selama ini kondisi habitat cukup aman untuk orangutan tersebut. Namun karena kebakaran yang meluas, mendorong orangutan masuk di wilayah kampung dan di kebun masyarakat,” jelas Direktur Operasional Program YIARI, Argitoe Ranting.
Argitoe juga menyampaikan bahwa kondisi yang ditemukan pada ketiga orangutan menunjukkan semakin mendesaknya upaya penyelamatan di tengah dampak karhutla.
Dia berkata, evakuasi ini menjadi semakin mendesak karena dampak karhutla terhadap satwa liar sudah mulai terlihat secara langsung. Pada Mama Penja, tim menemukan luka bakar yang cukup banyak pada bagian kaki, disertai kondisi tubuh yang kurus dan tanda-tanda dehidrasi.
Sementara pada Kumbang, tim menemukan kondisi kesehatan yang juga perlu mendapat perhatian, termasuk adanya suara abnormal pada paru-paru dan riwayat batuk yang mengarah pada dugaan gangguan pernapasan.
Ketiga orangutan tersebut selanjutnya menjalani pemantauan dan penanganan lebih lanjut oleh tim medis di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan masing-masing individu serta menentukan penanganan yang sesuai.
Hutan Desa Penjalaan serta Hutan Desa Padu Banjar yang merupakan habitat orangutan sekaligus buffer area untuk Taman Nasional Gunung Palung (TANAGUPA) mengalami kebakaran yang sangat parah. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan mengingat TANAGUPA merupakan kantong populasi orangutan yang sangat paling penting di Kalimantan Barat.
Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, turut turun langsung ke lokasi dalam proses penyelamatan ketiga orangutan ini. “Penyelamatan ketiga orangutan ini kami laksanakan berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar dua hari sebelumnya.
Saat ini mereka menjalani perawatan di pusat penyelamatan orangutan YIARI di Ketapang. Kami berharap mereka semua dapat segera pulih dan beradaptasi dengan baik setelah mendapatkan perawatan, sehingga nantinya dapat dilepasliarkan ke habitat alaminya yang aman.
Secara keseluruhan, hingga saat ini sudah ada 18 individu orangutan yang kami selamatkan akibat karhutla,” ujarnya.
“Upaya penyelamatan satwa terdampak kebakaran hutan memerlukan informasi yg cepat dan akurat, oleh karena itu kami himbau masyarakat dapat melaporkan kepada call center Balai KSDA Kalimantan Barat 0811-5670-041 atau 0811-5776-767 jika menemukan satwa terdampak kebakaran hutan dan lahan” tambahnya lagi.
Ketua Umum YIARI, Silverius Oscar Unggul mengatakan pentingnya respon cepat di lapangan. “Temuan ini menunjukkan bahwa ketika habitat terbakar dan akses orangutan terhadap kawasan hutan semakin terbatas, mereka dapat terdorong masuk ke lanskap yang berisiko bagi keselamatan dan kesehatannya. Karena itu, pemantauan dan respons cepat di lapangan menjadi sangat penting untuk mencegah kondisi satwa memburuk dan memastikan mereka dapat segera mendapatkan penanganan yang sesuai,” imbuhnya. **









Discussion about this post