Berlangsung cepat, hanya dalam dua gim, kemenangan berhasil diraih Liao Li Xi bersama Shen Shi Yao dengan skor 21-14 dan 21-15. “Saya sangat bersyukur, karena saya tidak pernah berpikir bisa juara di sini, sebab sebelumnya saya mengalami cedera lutut cukup serius. Terima kasih kepada pelatih dan partner saya yang selalu membantu saya kembali pulih,” kata Liao Li mengomentari kemenangannya.
Ia mengakui, permainan lawan sangat baik, mereka mencoba mengikuti arahan pelatih sehingga bisa menutup permainan dan menang. “Kakak-kakak kami, seperti Jia Yi Fan, Liu Sheng Shu atau Tan Ning sangat membantu di latihan. Mereka terus mengajari kami. Kami selalu banyak belajar dari pengalaman dan pengajaran mereka,” ucapnya.
Laga berikutnya dimainkan oleh pasangan ganda campuran Ma Xi Xiang dan Qin Hui Chin melawan pemain senegara China, Liao Pin Yi dan Zhang Jia Han. Pertandingan ini dimenangkan oleh Ma Xi dan Qin Hui dalam laga tiga gim skor 21-9, 20-22 dan 22-20.

Meraih kemenangan yang tidak mudah, lantaran bertemu duel dengan rekan senegara, Ma Xi Xiang menyatakan sangat senang bermain di sini, dengan atmosfer penonton yang sangat luar biasa, dan bangga akhirnya bisa menjadi juara.
“Ini adalah pertandingan yang sulit dan akhirnya kami bisa juara adalah sesuatu hal yang baik, apalagi kami melawan teman kami sendiri di final,” katanya.
Sedangkan Qin Hui Zhi mengaku banyak belajar dari pasangan-pasangan Indonesia yang dilawan di tiga babak sebelumnya, dan itu berpengaruh kepada penampilan mereka.
Sementara di laga tunggal putra, Wang Po Wei dari Chinese Taipei tampil melawan Sun Chao dari China. Duel mereka berlangsung cepat, hanya dalam dua gim, Wang Po Wei meraih kemenangan 21-13 dan 21-19 serta mengukuhkan dirinya sebagai juara pertama.
Ia berujar, dalam permainan tersebut idak banyak yang dipikirkan. “Saya hanya berusaha sebaik mungkin. Kondisi saya juga sedang tidak terlalu sehat, tapi saya bisa juara, rasanya sangat senang. Penonton juga memberi dukungan kepada saya, sehingga membuat saya semakin bersemangat,” imbuhnya.
Berikut laga terakhir dimainkan oleh

bertemu lawan Mansi Singh dari India. Gerak cepat Xu Wen menjaga bola dalam permainan, cukup membuat Mansi keteteran.
Hanya dalam dua set pertandingan, diselesaikan Xu Wen dengan skor 21-6 dan 21-18. Ia pun kemudian berdiri di atas podium sebagai juara pertama Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100.
Dengan sumringah, Xu Wen mengucap senang dan bahagia bisa main dan menang. “Saya beberapa kali datang ke Indonesia dan penontonnya sangat baik, jadi saya selalu senang untukbertanding di Indonesia. Saya berharap bisa kembali lagi ke sini di masa depan,” tuturnya.
Selesai sudah event akbar bulutangkis Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100 di bumi khatulistiwa. Dalam dua pekan, aksi laga profesional bulutangkis dipertontonkan, membuat masyarakat kota ini sangat antusias, hingga rela mengantre membeli tiket.
Bahkan ticket box sudah habis sejak awal-awal sebelum pertunjukan dimulai, penonton pun banyak yang mencari-cari tiket dari orang-orang yang telah mengantongi tiket dan dijual kembali dengan harga tinggi. Mereka rela membayar tiket lebih mahal hanya untuk menyaksikan pertandingan ini.
Akhirnya tidak sia-sia mereka lelah mengantre, lantaran pertandingan bulutangkis profesional ini telah mampu memenuhi dahaga mereka terhadap laga-laga berkelas yang memang jarang berlangsung di kota ini. **









Discussion about this post